SPBU Massemba Enrekang Kembali Disorot, LSM PERKARA Minta Audit Transparan dan Evaluasi Izin

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — SPBU Massemba 74.917.02 di Kabupaten Enrekang kembali menjadi sorotan terkait dugaan kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Ketua LSM Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA), Misbah Juang, mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah melakukan pemeriksaan menyeluruh serta transparan terhadap pengelolaan SPBU tersebut.

SPBU yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Poros Enrekang–Pinrang, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang itu dinilai kerap memicu keluhan masyarakat akibat stok BBM bersubsidi yang sering kosong.

Misbah menilai kondisi ini mengindikasikan lemahnya tata kelola dan pengawasan dari pihak pengelola maupun pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga : HMI Takalar Desak KPK Usut Tuntas dan Membuka Terang Kasus Digitalisasi SPBU

Ia meminta Polres Enrekang melakukan pemeriksaan terbuka, termasuk pengecekan rekaman CCTV, guna memastikan ada atau tidaknya praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

Menurutnya, jika ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah harus bersikap tegas dengan memberikan peringatan hingga merekomendasikan pencabutan izin operasional kepada pihak terkait, termasuk berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, dan instansi berwenang lainnya.

Misbah juga menyatakan pihaknya akan mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Enrekang guna menghadirkan seluruh stakeholder untuk mencari solusi komprehensif.

Ia berharap ke depan pelayanan SPBU dapat berjalan lebih akuntabel, tepat takaran, serta berada dalam pengawasan ketat.

Baca Juga : Patra Niaga Semarakkan Ramadan dengan Berbagi Takjil dan Layanan SPBU Bernuansa Religi

Selain itu, LSM PERKARA mengimbau masyarakat untuk turut aktif mengawasi dan mendokumentasikan jika menemukan dugaan praktik penyimpangan.

Pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada warga yang memiliki bukti pelanggaran.

“Kami berharap ada kolaborasi kolektif untuk memastikan penyebab kelangkaan ini. Jangan sampai BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat justru disalahgunakan oleh oknum tertentu,” tegas Misbah, Rabu (25/2/26).

Hingga kini, pihak pengelola SPBU Massemba belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. (*)