Tim BTB Enrekang Terus Berupaya Merehab 3 Desa yang Masih Terisolasi

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Pasca terjadinya musibah fenomena tanah bergerak di kecamatan Maiwa, kabupaten Enrekang, pada selasa 30 agustus 2022 yang lalu.

Setidaknya 3 desa mengalami kondisi yang porak-poranda akibat longsor dan tanah bergerak, yakni desa Lebani, desa Labuku, dan desa Tapong beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Atas kondisi itu kami Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) Enrekang terus berupaya melakukan evakuasi, ” kata Fadli komandan BTB.

Pasca bencana, kata Fadli, Tim BTB sudah melakukan update informasi dan assessment TKP sebelumnya, selain itu, Tim BTB juga menyalurkan bantuan peralatan dan makanan.

Hingga hari ini, minggu (04/09/2022) Tim BTB bersama warga melakukan aksi resik pembongkaran rumah warga yang terdampak rusak berat.

“Ada 3 rumah hari ini kita bongkar di 3 titik, ke tiganya sudah rusak parah, dan alhamdulillah pembongkaran telah berhasil dengan baik, “beber Fadli, minggu (4/9/2022)

Mengingat waktu, kata Fadli, untuk aksi resik hari ini kita hentikan dulu, besok dilanjutkan karena masih ada beberapa rumah yang akan kita bongkar,  tambahnya.

baca juga : Bupati Enrekang Ajak Stakeholder Duduk Bersama Susun Konsep IAD Perhutanan Sosial

Hingga berita ini diturunkan, Tim BTB Enrekang masih berada di lokasi bencana untuk membantu para warga yang tertimpa, “terang Fadli komandan Tim BTB Baznas Enrekang.

Adapun Tim gabungan seperti, KPA Gempa Maspul, Wahdah Islamiyah Enrekang, dan Garuda Bangsa Indonesia serta Masyarakat. (Zf)