PALEMBANG, KORANMAKASSAR.COM — PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung (Paltung) yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera. Proyek strategis nasional ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Kehadiran tol tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan balik saat Natal dan Tahun Baru hingga Idulfitri 2027.
Project Director Ruas Palembang–Betung Seksi 1–2 Hutama Karya, Fakhrudin, mengungkapkan progres pembangunan hingga Maret 2026 telah mencapai 69,63 persen.
Secara keseluruhan, jika digabung dengan pekerjaan sebelumnya, progres telah menembus 91,21 persen dari total panjang sekitar 54 kilometer.
“Target kami, seluruh pekerjaan dapat rampung pada Triwulan IV 2026, termasuk pembangunan Jembatan Sungai Musi V,” ujarnya.
Proyek ini sempat terhenti pada 2022 sebelum dilanjutkan kembali oleh Hutama Karya pada 2024. Dalam pengerjaannya, tantangan utama berasal dari kondisi tanah yang didominasi rawa dan lahan basah, sehingga membutuhkan metode konstruksi khusus.

Untuk mengatasi tanah lunak, Hutama Karya menerapkan metode vacuum preloading di sejumlah titik kritis guna memperkuat struktur tanah dan mencegah penurunan jalan.
Terdapat lima titik fokus pekerjaan, dengan tiga di antaranya berada di area rawa yang membutuhkan penanganan ekstra.
Selain itu, pengerjaan juga mencakup penyelesaian pengaspalan dan penyesuaian jalur yang terhubung dari Palembang menuju Betung.
Sebelumnya, pada periode arus mudik Idulfitri 2026, ruas tol ini sempat difungsionalkan secara gratis selama 13–29 Maret.
Langkah tersebut terbukti efektif mengurangi kepadatan di jalan nasional serta memangkas waktu tempuh hingga tiga jam bagi pemudik menuju wilayah Jambi dan sekitarnya.
Baca Juga : Mudik Lebaran, Tol Kramasan–Pangkalan Balai Difungsikan
Hutama Karya juga mendorong percepatan pembebasan lahan, khususnya di akses keluar tol Simpang Pangkalan Balai, agar konektivitas dengan jalan nasional dapat segera diselesaikan.
Ke depan, ruas Palembang–Betung akan terintegrasi dengan tol Kayu Agung–Palembang yang dikelola PT Waskita Sriwijaya Tol, sehingga memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi di wilayah Sumatera Selatan.
Dengan progres yang terus dikebut, jalan tol ini diharapkan menjadi infrastruktur vital yang tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera. (*)


Komentar