Upaya Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Enrekang Gelar “Cafe Demokrasi”

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — KPU Kabupaten Enrekang terus berupaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2024 dengan menggelar serangkaian edukasi dan sosialisasi pemilih.

Salah satu program yang menonjol adalah “Cafe Demokrasi” yang diadakan di Cafe Latimojong pada Kamis, 11 Juli 2024 dengan tema “Peran Media dalam Menyukseskan Pemilu”.

Program ini turunan dari KPU Provinsi dan diharapkan dapat membantu pemilih mengatasi berbagai kendala, termasuk tata cara memilih dan memilah informasi dengan bijak.

Acara ini dihadiri oleh para undangan termasuk awak media se Kab. Enrekang dan PPK se Kab. Enrekang. Pembukaan acara dibawakan oleh salah satu pimpinan komisioner KPU Kabupaten Enrekang, Rahmat, SH., yang mengatakan bahwa “KPU Enrekang dalam tahapan Pilkada tidak mungkin bekerja sendiri dan kami sangat berharap peran media bisa proaktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat kita.

“Karna bentuk geografis daerah kita yang masih agak sulit untuk dijangkau seluruh masyarakat kita, jadi dengan adanya peran aktif media akan sangat membantu masyarakat terkait informasi tahapan Pilkada kita”, tambahnhya.

Ditempat yang sama seorang praktisi media, Dr. Abdul Karim, juga hadir dan menekankan pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh pemilih muda.

baca juga : KPU Gelar Peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Enrekang Tahun 2024

“Tujuan dari Cafe Demokrasi ini adalah bagaimana peran pemuda dalam menyukseskan Pilkada 2024. Berdasarkan data, terdapat sekitar 166.000 jumlah pemilih di Kabupaten Enrekang, dan 52% atau sekitar 86.000 di antaranya adalah pemilih muda berusia 17-39 tahun,” ungkap Abdul Karim.

Dalam era modern ini, penggunaan media sosial sangat penting sebagai metode komunikasi dengan pemilih muda dan memberikan informasi yang benar dan relevan.

“Di Indonesia, banyak pemilih berasal dari kalangan muda, sehingga peran media sosial menjadi sangat krusial dalam sosialisasi pemilu,” tutup Abdul Karim. (ZF)