Usung Tema Be The Best, GSJA Sulselbatra Gelar Rapat Daerah

Menurut Pdt. Hengly, ke depan tantangan Gereja akan bertambah dari luar dan dalam. Masalah-masalah gereja tidak dapat diselesaikan dengan seperangkat aturan dan disiplin yang mungkin hanya merugikan pekerjaan Tuhan.

“Masalah gereja hanya bisa diselesaikan dengan baik apabila para pemimpin memiliki hati Kristus dan penuh Hikmat Roh Kudus. Gereja adalah gudang hikmat Roh Kudus, dan gereja seharusnya menjadi contoh bagi dunia dalam penyelesaian masalah secara Elok dan damai,” ungkapnya.

Lebih jauh diungkapkannya, kata orang; “Yang menguasai IT akan menguasai dunia”. Tetapi hanya yang berhati Kristus yang dapat menjawab kebutuhan dunia dan mengatasi masalah-masalah Gereja.

Arus perubahan dalam dunia terjadi dengan cepat. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempengaruhi semua lini kehidupan dan mengubah banyak hal. Situasi dunia ke depan tidak akan lebih baik dari sekarang. Firman tuhan mengingatkan kita bahwa hari-hari terakhir adalah jahat. Kita harus memperhatikan bagaimana kita hidup jangan seperti orang bebal tetapi seperti orang arif.

Janganlah bodoh melainkan harus mengerti kehendak Tuhan dan penuh Roh Kudus. Gereja berada di tengah dunia dan masyarakat dan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia dan masyarakat berdampak bagi gereja.

Pdt. Hengly juga berpesan agar harus senantiasa berhati-hati, agar tidak terperangkap dalam roh dunia.