Wali Kota Makassar Sambut Positif Program Pabrik Es dan Pengolahan Ikan di Pulau Barrang Caddi

Karakteristik ikan tidak sesuai standar pasar, misalnya ukuran terlalu kecil, bentuk tidak ideal, atau dinilai kurang bernilai rasa.

“Situasi ini menjadi latar, dan kami akan mengajukan studi kelayakan baru yang bisa langsung menjawab persoalan tersebut,” terang MiChino dalam rapat tersebut .

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya mengajukan studi yang memadukan dua elemen penting dari Jepang.

Pertama, model Bisnis Berbasis Community-Based Fish Utilization, menggandeng sebuah startup Jepang yang sukses mengelola bisnis ikan tidak termanfaatkan melalui layanan meal kit subscription. Startup itu kini memiliki 15.000 pelanggan di Jepang.

“Keberhasilan terletak pada sistem pengolahan yang mampu memaksimalkan berbagai jenis ikan dan dukungan ratusan resep kuliner yang memungkinkan semua jenis ikan diolah menjadi produk siap santap,” katanya.

Kedua, teknologi Rantai Dingin (Cold Chain) Mutakhir dari Jepang, peruaahnya berencana menguji penerapan sistem rantai dingin kelas Jepang di Indonesia.

Teknologi ini diperlukan untuk memastikan ikan tetap segar hingga proses produksi dan ekspor. Termasuk di dalamnya adalah rencana pemasangan unit pembuat es skala kecil di pulau-pulau, seperti Sangkarrang, untuk mendukung nelayan lokal.

“Teknologi rantai dingin Jepang sudah sangat matang. Sementara Indonesia masih membutuhkan banyak peningkatan. Proyek ini akan menjadi studi kasus penerapan yang sangat potensial,” ungkap MiChino.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, manfaat terbesarnya akan langsung diterima oleh para nelayan. Selama ini, perusahaanya, telah membeli ikan dari nelayan, namun banyak yang tidak dapat diekspor karena tidak memenuhi kriteria pasar.

Melalui model bisnis baru, semua jenis ikan, tanpa lagi dipilih, dapat dibeli dan diolah.

“Ini berarti para nelayan akan memiliki pendapatan stabil, karena tidak ada lagi ikan yang dianggap tidak bernilai,” tutup MiChino.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif rencana kerja sama terkait pengembangan teknologi pengolahan ikan dan sistem rantai dingin (cold chain) yang diusulkan oleh perwakilan Consultants Global Co., Ltd. (OCG).

Dalam pertemuan tersebut, Munafri menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan para pemangku kepentingan di wilayah kepulauan.

Ia meminta agar pihak OCG berkoordinasi lebih lanjut dengan camat serta dinas terkait untuk memastikan implementasi program dapat sesuai kebutuhan di lapangan.

“Di pulau, menjaga pasokan ikan itu tidak mudah. Nelayan sekarang tidak lagi mendapatkan ikan di sekitar daratan pulau, mereka harus pergi jauh ke tengah laut dan sangat dipengaruhi kondisi cuaca,” katnaya.

“Musim hujan seperti sekarang membuat mereka semakin sulit. Karena itu penting berkomunikasi langsung dengan nelayan agar tahu model implementasi yang paling cocok,” lanjut Munafri.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar, sangat menyambut baik program tersebut karena berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan.

Apalagi, selama ini pasar ekspor ikan Indonesia lebih banyak mengarah ke kawasan Timur Tengah dibandingkan Jepang. Sehingga, perlu mempersiapkan banyak hal bila ingin masuk ke pasar Jepang.

Baca Juga ; Wali Kota Makassar Sambut Pelatih Baru PSM, Ajak Mengenal Filosofi Pinisi sebagai Simbol Kejayaan

“Persyaratan kualitas di sana sangat ketat. Tapi jika pihak Jepang datang memberi edukasi langsung di Makassar, saya yakin nelayan akan tertarik mengikuti program ini,” ujarnya.

Terkait rencana kerja sama, Munafri memastikan Pemkot Makassar siap memberikan dukungan. Ia juga mempersilakan pihak OCG berkoordinasi lebih lanjut dengan Bagian Kerja Sama untuk proses administrasi.

Dengan dukungan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap proyek tersebut dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi nelayan, sekaligus membuka peluang pasar baru melalui peningkatan kualitas dan nilai tambah produk perikanan lokal.

“Untuk konfirmasi kerja sama, kami support. Silakan berkoordinasi dengan Kabag Kerja Sama terkait penerbitan supporting letter atau surat rekomendasi sebagai bentuk dukungan Pemkot,” tegasnya. (*)