Provinsi Jawa Barat
Bogor, Cirebon, Bandung Barat, Kota Sukabumi
Provinsi Jawa Tengah
Klaten
Provinsi Jawa Timur
Pacitan
Provinsi Kalimantan Barat
Sekadau, Melawi, Kota Pontianak, Kubu Raya
Provinsi Kalimantan Timur
Kutai Barat
Provinsi Kalimantan Utara
Kota Tarakan
Provinsi Maluku
Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, Kota Tual
Provinsi Maluku Utara
Halmahera Selatan, Pulau Morotai
Provinsi Sumatera Utara
Dairi
Provinsi NTB
Lombok Tengah
Provinsi NTT
Kota Kupang
Provinsi Papua
Biak Numfor, Boven Digoel
Provinsi Riau
Indragiri Hilir, Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kota Dumai
Provinsi DI Yogyakarta
Sleman
Provinsi Sulawesi Selatan
Pinrang
Provinsi Sulawesi Tengah
Buol, Morowali
Provinsi Sulawesi Utara
Kota Kotamobagu
Provinsi Sumatera Barat
Agam, Pasaman, Solok Selatan
Provinsi Sumatera Selatan
Kota Prabumulih
Dewi menegaskan sekaligus mengingatkan bahwa COVID-19 merupakan sebuah penyakit yang sangat dinamis sehingga memiliki pergerakan yang begitu cepat.
“Kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat. Kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP (atau) PDP kemudian terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah dengan cepat juga terjadi perubahan, dari zona risiko tinggi turun menjadi sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya,” ucap Dewi.
Laporan analisis mingguan data COVID-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas PPC-19 dapat diakses melalui laman resmi Gugus Tugas, yaitu covid19.go.id.
baca juga : 104 Kabupaten dan Kota Masuk Daftar Zona Hijau
“Di mana di dalamnya nanti, kita dapat melihat berbagai analisis mingguan, yaitu di antaranya adalah perubahan angka kasus positif dan angka kematian, laju insidensi per 100.000 penduduk maupun angka kematian per 100.000 penduduk, distribusi kasus positif berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur, perkembangan pemetaan zonasi risiko daerah, risiko kematian pasien positif Covid berdasarkan kondisi penyerta maupun kelompok umur, perkembangan seluruh provinsi di Indonesia beserta kabupaten/kota,” ujar Dewi.
Di akhir konferensi pers, Dewi menyampaikan kutipan untuk memotivasi warga negara Indonesia dalam melawan COVID-19.
“Jika kita mengibaratkan bahwa kita sedang dalam sebuah perlombaan lari, kita belum sampai di garis finish. Maka saat ini, bukanlah saat yang tepat untuk berhenti atu keluar dari garis pertarungan ini. Namun yang lebih baik kita lakukan adalah bagaimana kita terus bergegas dan tetap waspada agar hingga di ujung jalanan kita akan keluar sebagai seorang pemenang, bukan orang yang kalah dalam pertarungan,” tutupnya.
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional

