36 Kabupaten/Kota Beralih dari Zona Risiko Sedang Menjadi Zona Risiko Rendah COVID-19

Provinsi Jawa Barat
Bogor, Cirebon, Bandung Barat, Kota Sukabumi

Provinsi Jawa Tengah
Klaten

Provinsi Jawa Timur
Pacitan

Provinsi Kalimantan Barat
Sekadau, Melawi, Kota Pontianak, Kubu Raya

Provinsi Kalimantan Timur
Kutai Barat

Provinsi Kalimantan Utara
Kota Tarakan

Provinsi Maluku
Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, Kota Tual

Provinsi Maluku Utara
Halmahera Selatan, Pulau Morotai

Provinsi Sumatera Utara
Dairi

Provinsi NTB
Lombok Tengah

Provinsi NTT
Kota Kupang

Provinsi Papua
Biak Numfor, Boven Digoel

Provinsi Riau
Indragiri Hilir, Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kota Dumai

Provinsi DI Yogyakarta
Sleman

Provinsi Sulawesi Selatan
Pinrang

Provinsi Sulawesi Tengah
Buol, Morowali

Provinsi Sulawesi Utara
Kota Kotamobagu

Provinsi Sumatera Barat
Agam, Pasaman, Solok Selatan

Provinsi Sumatera Selatan
Kota Prabumulih

Dewi menegaskan sekaligus mengingatkan bahwa COVID-19 merupakan sebuah penyakit yang sangat dinamis sehingga memiliki pergerakan yang begitu cepat.

“Kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat. Kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP (atau) PDP kemudian terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah dengan cepat juga terjadi perubahan, dari zona risiko tinggi turun menjadi sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya,” ucap Dewi.

Laporan analisis mingguan data COVID-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas PPC-19 dapat diakses melalui laman resmi Gugus Tugas, yaitu covid19.go.id.

baca juga : 104 Kabupaten dan Kota Masuk Daftar Zona Hijau

“Di mana di dalamnya nanti, kita dapat melihat berbagai analisis mingguan, yaitu di antaranya adalah perubahan angka kasus positif dan angka kematian, laju insidensi per 100.000 penduduk maupun angka kematian per 100.000 penduduk, distribusi kasus positif berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur, perkembangan pemetaan zonasi risiko daerah, risiko kematian pasien positif Covid berdasarkan kondisi penyerta maupun kelompok umur, perkembangan seluruh provinsi di Indonesia beserta kabupaten/kota,” ujar Dewi.

Di akhir konferensi pers, Dewi menyampaikan kutipan untuk memotivasi warga negara Indonesia dalam melawan COVID-19.

“Jika kita mengibaratkan bahwa kita sedang dalam sebuah perlombaan lari, kita belum sampai di garis finish. Maka saat ini, bukanlah saat yang tepat untuk berhenti atu keluar dari garis pertarungan ini. Namun yang lebih baik kita lakukan adalah bagaimana kita terus bergegas dan tetap waspada agar hingga di ujung jalanan kita akan keluar sebagai seorang pemenang, bukan orang yang kalah dalam pertarungan,” tutupnya.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional