MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan tahun 2025 diprediksi bakal berlangsung panas. Dua nama besar yang sama-sama punya pengaruh kuat di panggung politik dan sosial Sulsel dipastikan maju sebagai calon ketua: Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Munafri Arifuddin (Appi).
Keduanya bukan figur sembarangan. IAS, mantan Wali Kota Makassar dua periode, dikenal sebagai tokoh senior yang punya rekam jejak panjang di tubuh Golkar. Ia disebut-sebut sebagai simbol “kader murni” yang besar dari internal partai dan memiliki jaringan kuat hingga ke tingkat akar rumput.
Sementara itu, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi yang kini menjabat Wali Kota Makassar yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar sekaligus mantan CEO PSM Makassar tampil sebagai pembaharu yang membawa semangat modernisasi dan manajemen profesional ke dalam politik Golkar. Meski tergolong lebih muda, Appi dikenal memiliki dukungan kuat dari kalangan milenial dan jaringan bisnis yang luas.
Musda kali ini menjadi ajang adu strategi dan pengaruh antara dua generasi. Di satu sisi, IAS menawarkan pengalaman, konsistensi, dan basis loyalis yang telah terbentuk sejak lama. Di sisi lain, Appi tampil dengan citra segar, dinamis, dan dianggap mampu membawa Partai Golkar lebih dekat dengan kelompok muda dan dunia digital.
Baca Juga : Golkar Makassar Perkuat Struktur Hingga Akar Rumput
Sejumlah pengurus DPD II Golkar kabupaten/kota disebut masih menunggu arah dukungan elite DPP. Namun, dinamika di akar rumput menunjukkan bahwa pertarungan ini akan berlangsung seimbang.
“Golkar Sulsel butuh figur pemersatu yang bisa menegakkan kembali marwah partai. Baik IAS maupun Appi punya kapasitas itu, tinggal bagaimana Musda nanti menentukan arah baru,” ujar salah satu kader senior Golkar yang enggan disebut namanya, Sabtu (2/11/2025).
Selain isu kepemimpinan, Musda Golkar Sulsel juga diharapkan menghasilkan konsolidasi besar menjelang Pemilu 2029. Partai Beringin menargetkan mengembalikan kejayaannya di Sulsel setelah perolehan suara pada Pemilu sebelumnya dianggap belum maksimal.
Baik IAS maupun Appi telah melakukan safari politik ke sejumlah daerah dan menemui pengurus DPD II, memperkuat komunikasi menjelang pemilihan. Aroma persaingan kian terasa, namun keduanya sama-sama menegaskan komitmen menjaga soliditas partai.
Baca Juga : HUT ke 61, DPD II Golkar Makassar Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Panaikang
“Golkar ini rumah kita bersama. Siapapun yang terpilih nanti, harus kita dukung bersama demi kemenangan Golkar di masa depan,” ujar IAS dalam salah satu pertemuan kader di Makassar.
Sementara Appi menyatakan, “Saya tidak datang untuk bersaing, tapi untuk berkontribusi. Golkar butuh perubahan cara pandang agar tetap relevan dengan tantangan zaman.”
Musda Golkar Sulsel 2025 pun dipastikan menjadi momentum penting. Bukan sekadar ajang perebutan kursi ketua, tetapi juga pertaruhan arah baru partai beringin di provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama Golkar di Indonesia Timur. (*)

