Tanam Pohon Simbol Keberlanjutan, Kepala BPOM Resmikan Gedung Baru Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, meresmikan Gedung Baru Fakultas Farmasi dan fasilitas Pancasila Pharmaceutical Industry Universitas Pancasila dengan cara humanis, yakni melalui penanaman pohon, Sabtu (13/12/2025).

Peresmian yang berlangsung di kawasan Teaching Pharmaceutical Industry Fakultas Farmasi Universitas Pancasila ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan farmasi berbasis industri serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan nasional.

Acara peresmian turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Dr. (H.C.) Ir. Siswono Yudo Husodo, Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Adnan Hamid, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Prof. Dr. apt. Syamsudin, serta civitas akademika dan mahasiswa.

Baca Juga : BPOM Gaspol Eliminasi TBC 2030: Taruna Ikrar Umumkan Kesiapan WLA, Luncurkan 35 Obat Baru dan Percepat Apotek Desa

Fakultas Farmasi Universitas Pancasila dikenal sebagai fakultas farmasi swasta pertama dan terbesar di Indonesia. Kehadiran gedung baru beserta fasilitas Pancasila Pharmaceutical Industry semakin mengukuhkan peran fakultas ini sebagai pelopor pendidikan farmasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri farmasi nasional.

Fasilitas Pancasila Pharmaceutical Industry dirancang sebagai sarana pembelajaran praktik yang menyerupai fasilitas produksi industri farmasi dan telah disiapkan untuk memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP).

Melalui fasilitas ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik kerja industri yang terintegrasi dengan pembelajaran teoritis di kelas, sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja pascalulus.

Pembangunan fasilitas tersebut selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan SDM unggul di bidang sains dan teknologi serta hilirisasi riset dan inovasi menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca Juga : BPOM Resmi Setara FDA AS, Taruna Ikrar Ungkap Bukti Amputasi Tertua Dunia 31 Ribu Tahun di Borneo

Kehadiran sarana ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi farmasi yang kompetitif dan berorientasi pasar.

Badan POM menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam memperkuat ekosistem obat dan makanan nasional. Dengan kolaborasi Academia, Business, and Government (ABG) serta kesiapan BPOM menuju status WHO Listed Authority (WLA), kebutuhan SDM farmasi berkompetensi tinggi diproyeksikan terus meningkat guna mendukung daya saing produk farmasi Indonesia di pasar global. (*)