GOWA, KORANMAKASSAR.COM — Dalam rangka memperingati Milad ke-13, Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi penanaman pohon pinus di kawasan Malino, Parigi, pada Selasa, 31 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bentuk protes nyata sekaligus perlawanan simbolik terhadap maraknya praktik pembalakan liar yang kembali terjadi di wilayah tersebut.
Puluhan kader GAM terlibat langsung dalam aksi tanam pohon sebagai respons atas kerusakan hutan yang dinilai semakin masif.
Pembalakan liar disebut tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam keseimbangan lingkungan, keanekaragaman hayati, serta merugikan masyarakat pribumi yang bergantung pada kelestarian alam.
Kegiatan ini juga menjadi penegasan awal arah perjuangan GAM di bawah kepemimpinan Fajar Wasis, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa yang baru terpilih.
Baca Juga : Kongres Nasional VII GAM Tetapkan Fajar Wasis sebagai Panglima Besar Periode 2025–2027
Formatur Panglima Besar GAM menegaskan bahwa aksi ini merupakan titik awal perjuangan sekaligus penanda ditabuhnya genderang perlawanan terhadap segala bentuk perusakan lingkungan dan pembiaran atas kejahatan ekologis.
“Penanaman pohon pinus kami pilih sebagai simbol perlawanan sekaligus pemulihan. Ini menandai komitmen bahwa GAM akan terus menjadi momok bagi para penguasa yang zalim dan pihak-pihak yang merusak lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, GAM tidak akan berhenti pada aksi simbolik penanaman pohon semata. Organisasi ini berkomitmen melanjutkan perjuangan melalui jalur advokasi litigasi dan nonlitigasi, serta mobilisasi massa hingga praktik-praktik perusakan hutan benar-benar dihentikan.
Baca Juga : GAM Kawal Sidang Aktivis: Hakim Diminta Jaga Ruh Keadilan
“Isu lingkungan merupakan fokus perjuangan dan menjadi isu sentral lokal yang disepakati dalam Forum Kongres Nasional ke-VII GAM. Atas dasar itu, kami secara kelembagaan berkomitmen melakukan berbagai langkah strategis untuk melawan setiap bentuk perusakan lingkungan,” tutup Panglima GAM.
Diketahui, aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat pribumi setempat. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gerakan Aktivis Mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melawan praktik pembalakan liar di kawasan Malino. (*)

