MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar menargetkan pembebasan lahan pembangunan Jembatan Kembar Barombong rampung pada Juni 2026.
Proyek strategis ini disiapkan untuk mengurai kemacetan di wilayah barat hingga selatan Kota Makassar serta memperkuat konektivitas menuju Kabupaten Takalar.
Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Sri Sulsilawati, mengatakan proses pengadaan lahan telah memasuki tahap administrasi dan penilaian oleh tim appraisal. Pembebasan lahan dijadwalkan berlangsung sejak Januari hingga Juni 2026.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Gerak Cepat, DPRD Makassar Dukung Penuh Pembangunan Jembatan di Tanjung Barombong
“Pemkot Makassar bertanggung jawab penuh pada pembebasan lahan. Target kami, seluruh proses tuntas Juni 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan yang terdampak pembangunan jembatan berada di sisi kanan Jembatan Barombong, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.
Dari hasil verifikasi lapangan, terdapat tiga bidang tanah yang akan dibebaskan, dua di antaranya terdapat bangunan rumah warga dan satu bidang lahan kosong, dengan total luasan di bawah lima hektare.
Nilai ganti rugi ditentukan oleh tim appraisal independen dan saat ini masih dalam proses penilaian. Pembiayaan pengadaan lahan sepenuhnya ditangani oleh Pemkot Makassar, sementara pembangunan fisik jembatan akan dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menggunakan anggaran APBN. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berperan dalam perencanaan dan koordinasi proyek.
Sri Sulsilawati menegaskan, seluruh tahapan pengadaan tanah dilakukan sesuai aturan dan melibatkan pendampingan Kejaksaan serta Kepolisian sebagai upaya mitigasi risiko hukum.
Baca Juga : Proyek Jembatan Barombong Dipercepat, Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Lokasi Pembangunan
“Komunikasi dengan warga sudah kami lakukan sejak awal dan responsnya positif karena proyek ini untuk kepentingan umum,” jelasnya.
Pemkot Makassar berharap, setelah pembebasan lahan rampung, pembangunan fisik Jembatan Kembar Barombong dapat segera dipercepat sehingga mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut. (*)

