MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Aksi nekat seorang pedagang asongan memanjat tali kapal demi berjualan di atas kapal penumpang milik PT Pelni viral di media sosial.
Tindakan berisiko tersebut terjadi di area Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar dan menuai perhatian karena membahayakan keselamatan.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pemuda berjaket hitam memanjat tali kapal untuk naik ke KM Ciremai pada Minggu (8/2/2026) malam.

Ia nekat menaiki kapal meski telah ada larangan pedagang asongan berjualan di atas kapal.
Beberapa petugas keamanan tampak berada di sekitar lokasi saat kejadian. Insiden ini diduga dipicu kebijakan pelarangan pedagang asongan naik ke kapal, yang sebelumnya juga memicu protes dan keributan di area dermaga.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Makassar, Libertinus Tampubolon, menyayangkan kejadian itu.
Ia menyebut insiden terjadi akibat kesalahpahaman antara petugas dan pedagang asongan yang memaksa masuk ke kapal.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan para koordinator pedagang asongan dan pemangku kepentingan. Saat ini kondisi sudah normal dan mereka sepakat mengikuti aturan yang ditetapkan,” ujar Libertinus saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Sebagai solusi, KSOP bersama pihak terkait melakukan penataan dengan mengelompokkan pedagang menjadi lima kelompok yang masing-masing berisi 12–14 orang serta dilengkapi identitas khusus.
baca juga : Wartawan Dilarang Meliput Aduan Buruh di KSOP Makassar, Ketua IWO Sulsel: Langgar UU Pers
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban dan meningkatkan keselamatan di kawasan pelabuhan.
Selain penataan, KSOP juga menyiapkan program pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk membuka peluang pekerjaan di sektor lain bagi pedagang asongan.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Pelabuhan Makassar harus tetap kondusif, tertib, dan aman sebagai etalase kota dan Sulawesi Selatan,” tegasnya. (*)

