PNUP Hadirkan Solusi Longsor di Gowa, Terapkan Desain Perkuatan Lereng Jalan di Desa Majannang–Manimbahoi

GOWA, KORANMAKASSAR.com — Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi sekaligus implementasi desain struktur perkuatan lereng sisi jalan di Desa Majannang–Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan masyarakat yang rutin dilaksanakan PNUP dengan dukungan pendanaan dari DIPA PNUP.

Program tersebut bertujuan membantu masyarakat mengatasi persoalan ketidakstabilan lereng jalan yang kerap memicu longsor, terutama saat musim hujan.

Ketua tim PKM, Prof. Ir. Muhammad Suradi, M.Eng.St., Ph.D, menjelaskan bahwa kondisi lereng yang terjal serta tanah yang mudah tererosi seringkali menghambat mobilitas warga.

Baca Juga : Workshop Penyusunan Proposal PKM 2026 Tingkatkan Produktivitas Dosen Jurusan Teknik Sipil PNUP

Hal ini juga berdampak pada distribusi hasil pertanian serta akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

“Selama ini masyarakat hanya mengandalkan penanganan sementara seperti penimbunan manual atau menggunakan karung pasir, yang tentu tidak bertahan lama. Melalui program ini, kami memperkenalkan metode teknis sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh warga dengan memanfaatkan material lokal,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan PKM diawali dengan proses identifikasi serta pemetaan titik-titik rawan longsor di akses utama desa.

Selanjutnya, tim menggelar sosialisasi dan pelatihan di kantor desa yang diikuti lebih dari 20 peserta dari unsur masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penyebab terjadinya longsor, berbagai metode penanganan lereng, serta langkah-langkah pencegahan agar potensi longsor dapat diminimalisir.

Tahapan utama program ini adalah pembangunan konstruksi dinding penahan tanah sebagai solusi teknis untuk memperkuat lereng jalan yang rawan longsor.

Proses pembangunan dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Baca Juga : Family Gathering 2026 Jurusan Teknik Sipil PNUP Pererat Silaturahmi Dosen dan Keluarga

Anggota tim PKM, Ir. Muhammad Dwiyanto Agung Prakasa, S.T., M.T., M.Sc, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi percontohan bagi masyarakat.

“Konstruksi ini merupakan prototipe dinding penahan tanah dengan biaya relatif rendah, mudah diaplikasikan, serta memanfaatkan sumber daya lokal. Kami berharap masyarakat dapat mereplikasi desain ini di titik-titik rawan longsor lainnya,” jelasnya.

Setelah proses konstruksi selesai, tim PKM PNUP tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk melakukan monitoring serta evaluasi terhadap proyek percontohan tersebut.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan masukan dalam pengembangan program kemitraan masyarakat PNUP pada tahun anggaran berikutnya. (*)

Komentar