Jusuf Kalla Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Senen, Jakarta, pada Kamis malam (12/3/2026). Pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya diduga menyiramkan cairan yang diduga air keras kepada korban.

Kepada wartawan di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026), Jusuf Kalla menilai aparat kepolisian perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak tertentu di balik insiden tersebut.

Baca Juga : Komunikolog Soroti ‘Jurang Komunikasi’ Pemerintah dan Masyarakat, Dibahas dalam Diskusi Bersama Jusuf Kalla

“Kita tentu berharap polisi benar-benar mengusut kasus ini. Apakah ada kelompok tertentu di belakangnya atau tidak, itu yang harus ditelusuri,” ujar Kalla.

Menurutnya, penyelidikan perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan motif, termasuk pihak-pihak yang mungkin merasa dirugikan oleh aktivitas yang dilakukan korban sebagai aktivis.

Kalla juga menyebut tidak menutup kemungkinan tindakan tersebut dilakukan oleh pihak yang sekadar bertindak iseng atau tanpa motif jelas.

Namun, ia menegaskan bahwa aparat kepolisian harus tetap serius dan aktif mengungkap pelaku serta latar belakang kejadian.

Baca Juga : Terima sejumlah mantan Dubes,Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah yang Berdampak ke Ekonomi Global, Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian

“Yang jelas, peristiwa seperti ini harus ditangani dengan serius oleh kepolisian,” tegasnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Sementara itu, kondisi Andrie Yunus dilaporkan tengah mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya. (*)

Komentar