Menang Telak di Munas VII, Bahrul Ulum Nahkodai ABDSI dan Siap Akselerasi UMKM Naik Kelas

BALI, KORANMAKASSAR.COM — Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) memasuki babak baru kepemimpinan. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII yang digelar pada 1–3 April 2026 di Bali, Bahrul Ulum Ilham resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) ABDSI periode 2026–2030.

Bahrul meraih kemenangan meyakinkan dengan perolehan 14 suara dari total 20 suara. Sementara dua kandidat lainnya, Lukman Ekana Putra memperoleh 2 suara dan Widhiyani meraih 4 suara.

Terpilihnya Bahrul menandai arah baru bagi ABDSI di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan pendampingan usaha yang berkualitas, seiring peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Baca Juga : Buka Karebosi Ramadan Fair 2026, Wali Kota Makassar Targetkan UMKM Naik Kelas dan Omzet Meningkat

Dalam pernyataannya, Bahrul menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM tidak cukup hanya melalui pembiayaan atau bantuan program, tetapi harus didukung oleh ekosistem Business Development Services (BDS) yang profesional, terstandar, dan adaptif terhadap perubahan.

“Ke depan, tantangan UMKM bukan hanya bertahan, tetapi naik kelas. Di sinilah BDS menjadi kunci, dan ABDSI harus memastikan kualitas, standar, serta dampaknya,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun konsultan dan lembaga pendamping usaha, ABDSI memiliki peran strategis sebagai penjamin kualitas layanan, penghubung program pemerintah dengan pelaku usaha, serta akselerator transformasi digital UMKM.

Dalam masa kepemimpinannya, Bahrul menargetkan transformasi organisasi melalui lima fokus utama, yakni penguatan tata kelola, standarisasi kompetensi BDS melalui sertifikasi, digitalisasi layanan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI), kemandirian finansial organisasi, serta perluasan jejaring nasional dan internasional.

Baca Juga : Dekranasda Jeneponto Resmikan Galeri dan Buka Ramadhan Bahagia Festival 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Sebagai langkah awal, ABDSI akan menjalankan sejumlah program cepat (quick wins), seperti validasi database anggota secara nasional, penguatan kepengurusan daerah, serta pengembangan platform digital terintegrasi untuk layanan pendampingan usaha.

Ke depan, ABDSI juga diarahkan menjadi hub nasional yang mengintegrasikan berbagai program dari pemerintah, korporasi, dan mitra pembangunan, sekaligus memperluas akses bagi pelaku UMKM dan pendamping usaha di seluruh daerah.

Dengan kepemimpinan baru ini, ABDSI diharapkan mampu mendorong UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas di tengah dinamika ekonomi global. (*)

Komentar