Sehari, Kakanwil Menag Sulsel Tuntaskan Tiga Agenda Semua Terkait Covid-19

KORANMAKASSAR.COM — Sebagai seorang pejabat, tentu memiliki begitu banyak agenda kegiatan. Sejumlah agenda penting terkadang menumpuk dalam sehari. Padahal agenda tersebut harus dihadiri semua alias tidak boleh ditinggalkan meski kadang dengan space waktunya yang cukup berdekatan.

Agenda padat nan penting itu pun dialami oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kakanwil Kemenag) Prov. Sulsel, H. Anwar Abubakar. Seperti yang terjadi Kemarin (Jumat, 15 Mei 2020), Sejumlah agenda ia hadiri dalam sehari meski dalam suasana Puasa Ramadhan.

Hari Masih Pagi, Mobil Dinas Kakanwil Kemenag Sulsel ini meluncur menuju Jalan Urip Sumiharjo Makassar. Agenda pertama Anwar Abubakar yakni mengikuti Rapat Koordinasi terkait rencana pelaksanaan Halal Bi Halal tingkat Prov. Sulsel di Ruang Rapat Sekda Kantor Gubernur Sulsel. Yang melahirkan keputusan bahwa Halal Bi Halal pasca Hari Raya Idul Fitri tahun ini tidak lagi digelar seperti tahun sebelumnya yakni dengan silaturrahmi tatap muka, tetapi di tengah situasi Pandemi Covid -19 nantinya digelar dalam bentuk Video Confrence dengan menggunakan aplikasi Daring.

Usai Rapat di Kantor Gubernur, Kakanwil Kemenag Termuda se-Indonesia ini kembali bergeser menuju Gedung Balai Prajurit Jend. M. Jusuf atau yang dikenal dengan nama Gedung Manunggal yang menjadi Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel guna mengikuti Rapat Koordinasi terkait Perkembangan Penanganan Pandemi Covid 19 di Sulsel.

Selain Kakanwil Kemenag Sulsel, Rakor ini juga dihadiri langsung oleh petinggi Tim Inti Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Antaranya Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sulsel, Kepala BPBD Sulsel, Kadis Kesehatan Provinsi, Walikota Makassar, Ketua MUI Sulsel, Maros, Makassar dan Gowa, Ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dan sejumlah pejabat dan personil gugus tugas Covid 19 Sulsel.

Rakor Gugus Tugas ini melaporkan perkembangan situasi terkini penanganan Covid-19 di Sulsel dimana jumlah datanya masih mengalami trend peningkatan Dimana Pasien Covid 19 yang berstatus ODP berjumlah 905 orang, sedangkan PDP 288 Orang dan yang sudah Positif yang sudah menjalani perawatan sejumlah 493 orang.

Sementara untuk data tertinggi jumlah pasien Positif Corona di Sulsel diduduki oleh 4 Kab./Kota yakni tertinggi masih Kota Makassar, selanjutnya disusul Kab. Gowa, Kab. Maros dan Luwu Utara, yang menggantikan posisi Kab. Sidrap.

Menurut Gubernur Sulsel H. Nurdin Abdullah, saat ini penanganan Pasien Covid-19 khususnya yang Positif diterapkan system karantina terpusat dimana seluruh pasien dengan status positif dari Kabupaten Kota di Sulsel, semuanya dirawat di kota Makassar, sehingga diharapkan gugus tugas di kabupaten kota bisa segera melakukan pemantauan dan pelacakan titik mata rantai pasien dengan status ODP dan PDP di wilayahnya, sehingga bila hal tersebut bisa ditelusuri dan ditemukan mata rantainya, bisa segera di lokalisir dan dinatisipasi lebih mendalam, ucap Gubernur.

Usai mengikuti Rapat, Kakanwil Kemenag Sulsel langsung bergerak kembali menuju Kantor Bank Syariah Mandiri (BSM) region 8 Makassar guna menjadi Nara Sumber dalam acara Kajian Ramadhan Yang dilaksanakan oleh BSM kerjasama dengan Kanwil Kemenag Prov. Sulsel dengan mengambil tema Menakar Kadar Amaliyah selama Pendemi Covid-19.

Kajian Ramadhan ini disiarkan dan bisa diikuti Live melalui chanel Sosial Media Youtube https://www.youtube.com/channel/UCDhGU8E_v1abRk22aasYpZg, yang berisi Tausiyah da Tanya jawab seputar tema yang sudah ditentukan.

Kajian Ramadhan di Kantor BSM Region 8 Makassar ini berlangsung cukup lama juga, sekitar 2 jam, disebabkan banyaknya respond dan pertanyaan dari nitizen yang harus dijawab oleh Kakanwil selaku Nara Sumber, dan jelang Sholat Ashar, Acara dialog tersebut ditutup dengan penyerahan secara Simbolis Bantuan Sosial dari BSM khusus kepada sejumlah para Imam Masjid dan Guru Ngaji yang terdampak Covid-19 oleh Kepala BSM Regional 8 Makassar Kemas Erwan Husaini selaku Regional CEO.

Kakanwil yang tergolong masih muda, Energik dan Tawadhu ini menyampaikan sejumlah pesan baik secara khusus dialamatkan kepada Para Pimpinan dan karyawan di jajarannya Kemenag Sulsel, maupun kepada Masyarakat secara umum, khususnya di masa Pandemi Covid 19 ini bahwa pemerintah sangat sadar, Covid 19 membuat semua menjadi beda di semua aspek kehidupan, khususnya aspek keagamaan, terlebih lagi bagi masyarakat sulsel yang fanatisme keagamaannya dikenal sangat tinggi,karenanya pemerintah dalam hal ini termasuk Kementerian Agama mengeluarkan sejumlah kebijakan dan himbauan yang tak lain tujuannya untuk melindungi jiwa masyarakat kita.

Saat ini, Posisi Prov. Sulsel untuk skala Nasional berada pada urutan ke 5 sebagai daerah yang tertinggi jumlah penularan virus corona ini, bahkan statusnya masih Zona Merah, karenanya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa bersabar dan tetap patuh pada himbauan pemerintah khususnya terkait dengan protocol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, terapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan imun Tubuh dan sebagainya.

baca juga : Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulsel Peduli, Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Terkait masalah kegiatan ibadah, khususnya di bulan ramadhan dan jelang Hari raya Idul Fitri, Kakanwil Kemenag Sulsel, tetap berpedoman kepada keputusan dan edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Agama RI, dimana pelaksanaan ibadah di saat pendemi seperti ini sebaiknya dilaksanakan di rumah saja bersama keluarga termasuk Sholat Ied, Sebagai umat yang baik sebaiknya himbauan pemerintah ditaati dan dilaksanakan dengan penuh disiplin dan penuh kesabaran, seraya terus perbanyak berdoa semoga situasi ini bisa segera berakhir, Ungkap Anwar.

Kakanwil juga berharap kepada seluruh Kakankemenag Kab./kota dan jajarannya agar bersinergi dengan seluruh stake holder utamanya dalam memberikan pencerahan dan edukasi kepada masyarakat terkait sejumlah kebijakan dan himbauan pemerintah terkait Pencegahan dan penanganan Covid-19, serta yang utama menurut saya, Dimasa pendemi Covid 19 saat ini dengan terjadinya sejumlah perubahan dan pembaharuan dari sisi pola hidup, kualitas ibadah dan amaliyah mestinya harus lebih meningkat dan berkualitas, baik terkait ibadah mahdlah maupun ibadah sosial kita berupa kepedulian sosial kepada sesama khususnya umat kita yang terdampak covid 19., Harapnya

Mengenai padatnya jadwal kegiatan Kakanwil, ia selalu mengatakan kalau pekerjaan atau tugas itu dilaksanakan dengan enjoy dan ikhlas. Dengan begitu kata lelah tidak ada lagi yang terbersit. Begitulah pesan Mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng dan Gowa ini. (wrd)