TAKALAR, KORANMAKASSAR.COM — Setelah keberhasilannya di film pertama yang berjudul “Anak Karaeng” produksi tahun 2019 dan mampu meraup 3 ribu penonton di pemutaran perdananya di Hotel Grand Kalampa. Kini Sanggar Seni Ataraxia kembali membuat gebrakan baru di Sulawesi Selatan dengan karya film keduanya yang berjudul “Lingai” dengan mengangkat tema feminisme perempuan Makassar.
Sutradara Film Lingai, Amin DB mengungkapkan film Lingai adalah sebuah karya yang lumayan luar biasa. Karena dalam film tersebut mencoba untuk menggunakan audio dengan sound dolby. Sehingga penonton nantinya akan merasakan seperti menonton di Bioskop.
“Dan ini baru pertama kali ada di Sulawesi Selatan, teman-teman Ataraxia dan Studio Lino Makassar menamakannya sebagai pemutaran alternatif yang mewah dengan Sound Dolby”, jelas Amin DB
Sang Sutradara berharap apresiasi dan dukungan terlebih khusus dari masyarakat Kab. Takalar dengan datang menonton film karya sineas lokal anak muda Takalar.
baca juga : Meriahkan Imlek dengan Nonton Film CEK TOKO SEBELAH 2 yang Masih Tayang di 28 Kota!
“Insya Allah akan tayang pada hari Sabtu, 18 Februari 2023 di Hotel Grand Kalampa. Dengan harga tiket 35 ribu rupiah untuk reguler dan 45 ribu rupiah untuk VIP serta akan di putar dalam 6 sesi”, ujar Amin DB.
Ditempat yang berbeda Ketua Ikatan Putra Putri Indonesia Kabupaten Takalar, Muslim Tarru memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Sanggar Seni Ataraxia yang telah membuat kembali film keduanya itu.
Muslim Tarru mengajak masyarakat untuk patut berbangga sebagai pemuda Takalar karena Sanggar Seni Ataraxia yang asli anak Takalar kembali membuat gebrakan dengan membuat Film Lingai yang akan di tayangkan di Hotel Grand Kalampa Kabupaten Takalar.
“Ayo kita warga daerah Takalar khususnya dan warga luar Takalar pada umumnya datang dan menyaksikan langsung pemutaran film ini, karena harga tiketnya juga sangat terjangkau. ” ajak Muslim Tarru. (*)

