Batik Air Menunjuk Capt. Wisnu Wijayanto sebagai Direktur Utama

Capt. Wisnu akan melaksanakan peran penting guna memimpin dari berbagai upaya terobosan (transformasi) sejalan langkah strategis Batik Air untuk menghadapi tantangan di tengah masa waspada pandemi Covid-19, menciptakan peluang seiring mengembangkan bisnis menjadi lebih besar lagi.

Bersama pemangku kepentingan dari regulator (pemerintah),  jajaran direksi Lion Air Group, mitra terkait serta industri lainnya, Capt. Wisnu dengan pengalaman kepemimpinan, semangat sinergitas yang tinggi, analisis penerbangan yang optimis bertumbuh, dinamika pasar dan permintaan sesuai kebutuhan tamu (penumpang Batik Air), strategi dan pengembangan penjualan serta operasiional, akan membawa Batik Air terbang lebih tinggi lagi.

Menjabat dalam posisi vital di Batik Air, pilot yang memiliki kemampuan menerbangkan jenis pesawat (type rating) Airbus 320, Boeing 737-800NG dan Boeing 737-900ER ini dipercaya dapat memimpin dan didukung oleh jajaran direksi, sehingga bisa menyediakan angkutan udara di kelas layanan penuh.

baca juga : Batik Air Segera Terbang ke TANJUNG PINANG dari JAKARTA

Capt. Wisnu diharapkan dapat memperkuat posisi Batik Air di pasar terbesar Indonesia saat ini dalam kancah regional serta internasional.

Dengan demikian, Batik Air akan terus melakukan revolusi di industri penerbangan sehingga dapat mengakomodir setiap orang (pebisnis dan wisatawan) untuk bepergian dengan pesawat udara. Capt. Wisnu sangat merasa terhormat berkesempatan memimpin Batik Air diikuti keseriusan untuk membawa maskapai ini ke level terbaik selanjutnya.

Pada 2003 hanya mengoperasikan satu Boeing 737-900ER, kini Batik Air didukung armada berteknologi modern dan fitur-fitur yang memberikan kenyamanan setiap tamu ketika berada di kabin, terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), 25 Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi). (*)