BBIHP Makassar Gelar Business Matching Terkait Teknologi Walet dan Rumput Laut

“Dampak yang dihasilkan dari program ini yang dilaksanakan oleh IBT BBIHP sejak tahun 2017 sampai sekarang adalah meningkatnya kinerja Tenant binaan yang dicirikan oleh meningkatnya produktivitas, volume usaha, nilai tambah, penciptaan lapangan kerja baru, potensi penghasilan pajak dan aktor penting dalam mengadopsi inovasi teknologi untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi (high value added products),” jelas Setia.

Berdasarkan kinerja pelaksanaan kegiatan Inkubator Bisnis Teknologi BBIHP dalam rangka Pengembangan Startup dan UMKM dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 ini ditemukan 3 aspek penting program ini harus dilaksanakan, yaitu, Hasil : bahwa Inkubator Bisnis yang dikelola secara profesional dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya, terbukti mampu meningkatkan komersialisasi dari hasil invensi atau inovasi yang ditemukan, pengolahan bahan baku atau komoditi yang tersedia di setiap daerah sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi, terjadinya proses hilirisasi produk, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor dan substitusi impor dan membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

baca juga : BBIHP Makassar Luncurkan Serambi Halal Demi Peningkatan Industri

Nilai tambah: Inkubator Bisnis telah memberikan nilai tambah terhadap perekonomian melalui percepatan pengembangan Usaha Baru/Pemula dan membantu memaksimalkan pertumbuhannya dimana hal tersebut sulit dicapai tanpa bantuan inkubator.

Best practices : Praktek terbaik pelaksanaan Inkubator Bisnis sebagai media pembinaan Startup dan UMKM dapat menjadi acuan dalam mereplikasi Inkubator Bisnis tersebut ditempat lain yang belum memiliki.

Ketua IBT BBIHP, Muhammad Idham, menjelaskan, untuk layanan inkubator teknologi, Program yang dilakukan BBIHP tahun 2021 ini antara lain Program Inkubasi Bisnis dan Teknologi pada 20 IKM di 13 Kabupaten di Sulawesi Selatan dan Barat dan Program Startup Inovasi Indonesia (SII).

Kedua Program ini, kata Idham, memberikan fasilitasi Konsultansi Bisnis dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi IKM, serta fasilitasi legalitas badan hukum CV yang secara resmi telah diserahkan langsung oleh Kepala BBIHP.

“Program ini dilaksanakan dengan by desain mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga didiseminasikan kepada stakeholder terkait seperti Pemerintah Daerah, dunia bisnis dan perbankan sebagai user untuk peningkatan perekonomian di wilayah masing-masing,” kata Idham.

Adapun di acara tersebut hadir sebagai narasumber Dr Ir Mardiana E Fachri M.Si (Ketua Inkubator UPKB Unhas), Elfrianto ST (Sekretaris Umum Budidaya Walet Indonesia), Muh Ridha Jamal, S.Pi M.Si (Direktur CV Melzie Marine Mandiri / Alat Usirikan), dan Muh Rizky Eka Arlin (CEO Walet.Vip). Sesi diskusi itu dipandu Guru Besar Bidang Agrobisnis dan Agroindustri Pertanian, Prof Dr Ir H Zulkifli Sjamsir MM.