Belajar dari Tragedi Ledakan Kapal, TNI AL Edukasi Nelayan Paotere Soal Keselamatan Berlayar

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Suasana Pelabuhan Paotere, Makassar, tampak berbeda saat fajar mulai menyingsing, Rabu (11/2/2026).

Di antara deretan kapal kayu nelayan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah TNI AL VI (Kodaeral VI) menggelar sosialisasi keselamatan berlayar sebagai upaya mencegah kecelakaan laut yang kerap menimpa nelayan tradisional.

Kegiatan bertajuk “Keselamatan di Laut adalah Tanggung Jawab Kita Bersama” ini digelar sebagai respons atas tragedi ledakan kapal nelayan yang baru-baru ini terjadi di Paotere.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat keras pentingnya disiplin keselamatan saat melaut.

Asisten Teritorial (Aster) Kodaeral VI Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono, mewakili Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan kehadiran TNI AL bukan hanya menjaga kedaulatan laut, tetapi juga melindungi keselamatan masyarakat pesisir.

“TNI AL hadir sebagai saudara bagi para nelayan. Kami ingin memastikan setiap nelayan yang berangkat melaut bisa kembali ke rumah dengan selamat,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, personel TNI AL tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga turun langsung memeriksa kapal-kapal nelayan.

Edukasi dilakukan secara humanis dan praktis, meliputi tata kelola bahan bakar yang aman, pengecekan instalasi listrik, pemeriksaan selang mesin, hingga larangan merokok di area rawan percikan api.

Selain itu, nelayan juga diberi pemahaman prosedur darurat, termasuk penggunaan pelampung dan alat keselamatan jika terjadi insiden di laut.

Menurut TNI AL, sebagian besar kecelakaan kapal nelayan dipicu faktor teknis internal seperti kebocoran bahan bakar, korsleting listrik, serta kelalaian di ruang mesin.

Hal-hal sederhana namun krusial ini kerap terabaikan demi mengejar hasil tangkapan.
Sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari para nelayan.

Salah satu nelayan senior Paotere mengaku kini lebih memahami pentingnya pemeriksaan rutin sebelum berlayar.

baca juga : TNI AL Tinjau Korban Ledakan Kapal Paotere, 9 ABK Dirawat Intensif di RSAL Jala Ammari

“Selama ini kami fokus cari ikan, kadang lupa keselamatan. Sekarang kami sadar, disiplin cek mesin dan BBM itu demi keluarga juga,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, TNI AL berharap budaya keselamatan dapat menjadi kebiasaan baru di kalangan nelayan.

Sebab, keselamatan mereka bukan hanya soal individu, tetapi juga bagian dari ketahanan maritim nasional.

“Nelayan selamat, laut pun kuat,” menjadi pesan utama yang digaungkan dalam kegiatan tersebut. (firman dhanie)