“Ketika satu per satu listrik menyala, kami semua sungguh lega. Kami terharu atas apresiasi warga yang merasakan kembali hadirnya terang di rumah mereka. Kami yang memonitor setiap hari, pagi, siang, dan malam, begitu gembira ketika satu wilayah sudah menyala. Perjuangan yang luar biasa para pegawai PLN di lapangan menjadi begitu bermakna,” kata Zulkifli.
Belajar dari musibah bencana badai dan hujan ekstrem ini pula, PLN akan melakukan mitigasi untuk menempatkan tower-tower yang rawan ke tanah yang lebih stabil, memperkuat fondasi tapak. Selain itu, PLN akan memperkuat sistem kelistrikan Timor dengan membangun 2 jalur eksisting 70 kV dan jalur kedua bertegangan 150 kV.
Tentu saja, lanjut Zulkifli, inspeksi dan pemeliharaan rutin pada jaringan distribusi 20 kV juga akan dikerjakan, karena itulah jaringan yang akan menghubungkan listrik sampai ke rumah-rumah pelanggan.
baca juga : Sinergi KPK, PLN dan Kementerian ATR/BPN Berhasil Amankan 1.358 Persil Aset Tanah di Sulawesi Tenggara
“Atas nama PLN, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang mendukung kami dalam percepatan pemulihan listrik di seluruh NTT. Tim Relawan dari berbagai daerah, para stakeholder, Pemerintah Daerah, Korps TNI & POLRI, jajaran Forkopimda, teman-teman media, dan masyarakat,” ucap Zulkifli.
Diharapkan kehadiran kembali listrik membuat senyum warga kembali cerah dan perekonomian di wilayah NTT kembali bergairah.
Sekretaris Daerah Pemprov NTT, Benediktus Polo Maing mewakili pemerintah daerah dan warga NTT mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja cepat PLN sehingga listrik bisa segera pulih. Ia terus memantau perkembangan perbaikan kelistrikan dari hari ke hari dan mengaku salut karena perbaikan bisa lebih cepat dari perkiraan.
“Terima kasih kepada Bapak Dirut dan jajarannya. Kami siap mendukung kerja keras PLN. Kejadian ini membuktikan semangat gotong royong takkan hancur dan tetap menjadi karakter kuat bangsa Indonesia,” jelas dia. (*)

