BI : Optimisme Perekonomian Sulsel Meningkat di Tahun 2023

“Meredanya pandemi yang terus diiringi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi peluang yang besar untuk peningkatan penyediaan barang dan jasa dari dunia usaha pada berbagai sektor. Potensi Sulsel yang besar tersebut diharapkan membawa optimisme pada pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat pada tahun 2023”, tuturnya

Pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli dan belanja masyarakat menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi yang terus diperkuat melalui sinergi dan komitmen berbagai pihak. Implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) serta program-program untuk mendukung kelancaran distribusi dan pemenuhan pasokan bahan pokok, termasuk program yang dilaksanakan pada Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) tahun 2022 juga ditujukan dan dilanjutkan untuk menahan inflasi bahan pangan sampai dengan 2023.

Peningkatan produktivitas pertanian, salah satunya melalui program Mandiri Benih, juga berlanjut, disertai Komitmen pemerintah untuk mencapai target produksi komoditas utama pada tahun 2023 dengan tambahan alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian. Selain itu, tekanan imported inflation juga diperkirakan mereda seiring dengan mulai melandainya harga komoditas dunia.

Dengan potensi dan risiko yang dihadapi, serta dengan berbagai kebijakan dan program di daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, Bank Indonesia memprakirakan bahwa perekonomian Sulsel dapat tetap tumbuh kuat di tahun 2023 pada rentang 4,6%-5,4% dengan inflasi yang tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi Nasional 3,0±1%. Selanjutnya dengan mengedepankan sinergi dan inovasi dalam mendorong investasi, pengembangan sektor pendukung ekspor dan substitusi impor, pariwisata, serta pengembangan infrastruktur, Sulsel akan mengalami pertumbuhan yang akan semakin meningkat ke depannya.

“Optimisme perekonomian Sulsel 2023 juga didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah daerah. Dalam arahan strategis Gubernur Sulawesi Selatan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah daerah akan berfokus pada upaya-upaya meningkatkan infrastruktur, mengatasi kesenjangan pendapatan, mengatasi penurunan produktivitas komoditas unggulan Sulsel, dan mendorong potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru, baik melalui hilirisasi industri pengolahan maupun dengan mengembangkan komoditas lain yang memiliki struktur hulu yang kuat”, jelasnya.

baca juga : Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 5,67% pada Triwulan III 2022

Beberapa proyek infrastruktur prioritas yang akan dilaksanakan di Sulsel dalam 3 tahun ke depan diantaranya penyelesaian proyek jalur kereta api Makassar-Parepare, pembukaan dan penguatan kawasan industri (KIMA, KI Bantaeng, KIPAS Parepare, dll), pembangunan jalur irigasi yang terkoneksi dengan bendungan yang telah terbangun, serta peningkatan kualitas jalan

Dalam menjalankan fungsi dan tugas di daerah, BI Sulsel secara rutin melakukan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dan liaison kepada para pelaku usaha di wilayah Sulsel. Pada ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 ini, BI Sulsel memberikan apresiasi kepada responden SKDU terkooperatif (Eastern Pearl Flour Mills, Sermani Steel, dan Hadji Kalla) dan kontak liaison terkooperatif (Bogatama Marinusa, Asia Sejahtera Mina, dan Biota Laut Ganggang) selama tahun 2022. Selain itu, BI Sulsel juga menyerahkan secara simbolis hadiah bagi pemenang Kompetisi Artikel Perekonomian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022.

Sinergi dan inovasi menjadi kunci dalam upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel 2023. Sinergi Bank Indonesia, Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan pelaku usaha akan semakin diperkuat untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel yang kuat dan berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia maju. (*)