Blackout Jakarta Berulang, IWO Desak Dirut PLN Dicopot

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Pemadaman listrik massal kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Kamis (23/4/2026) sejak pukul 10.07 WIB. Gangguan tersebut terjadi di beberapa kawasan, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara.

Sejumlah warga mengeluhkan lamanya pemadaman yang berdampak langsung pada aktivitas harian. Selain listrik padam, distribusi air bersih turut terganggu, sehingga memperparah kondisi di lapangan.

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Teuku Yudhistira, mengecam keras kejadian blackout yang dinilai berulang dan berdampak besar bagi ibu kota sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas nasional.

“Pemadaman listrik berjam-jam di Jakarta bukan lagi hal biasa. Ini sudah kategori luar biasa dan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga : Blackout Jakarta Picu Kritik Keras, IWO Soroti Sikap Petinggi PLN yang Dinilai Tak Peka

Ia mendesak Presiden dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT PLN (Persero), termasuk mengambil langkah tegas terhadap jajaran pimpinan.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi momentum untuk melakukan pembenahan di tubuh PLN agar lebih profesional dan responsif dalam menjaga keandalan listrik nasional.

Berdasarkan informasi teknis, gangguan disebabkan oleh masalah pada sistem pembangkit di wilayah Priok yang mengakibatkan sejumlah unit mengalami trip.

Kondisi tersebut memicu defisit daya hingga ratusan megawatt dan berdampak pada meluasnya pemadaman di berbagai titik.

Baca Juga : Listrik Padam di Jakarta, GMNI Desak Evaluasi Total hingga Copot Pimpinan PLN

Akibat blackout ini, sejumlah objek vital seperti fasilitas pelayanan publik dan perkantoran turut terdampak, sehingga mengganggu operasional dan pelayanan kepada masyarakat.

Pihak PLN sendiri menyatakan bahwa gangguan berasal dari sistem pembangkit, dan saat ini proses pemulihan listrik dilakukan secara bertahap di wilayah terdampak.

IWO menegaskan, kejadian serupa tidak boleh terus berulang dan meminta langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan keandalan listrik, khususnya di ibu kota negara. (*)

Komentar