JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Di tengah duka dan kelelahan masyarakat akibat bencana banjir yang melanda Aceh, Medan, dan Padang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan kehadirannya tidak hanya sebagai institusi negara, tetapi sebagai sahabat dan saudara yang berdiri bersama rakyat. Komitmen kemanusiaan ini diwujudkan melalui pendirian Posko BPOM Peduli di tiga wilayah terdampak.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan bahwa kehadiran BPOM di lokasi bencana merupakan panggilan nurani.
“Kami datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga empati. BPOM hadir sebagai sahabat dan saudara agar masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya, Rabu (17/12/25).

Melalui BPOM Peduli, berbagai bantuan kemanusiaan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kesehatan warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi sembako, bahan pangan, pakaian layak pakai, obat-obatan, selimut, serta bantuan uang tunai senilai Rp667 juta, yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Untuk mendukung pemenuhan pangan cepat saji, BPOM Peduli juga menyalurkan 40 ribu roti hasil kolaborasi dengan PT Dali Foods Indonesia. Bantuan ini diserahkan oleh manajemen perusahaan kepada Ketua BPOM Peduli, Irwansyah, untuk kemudian didistribusikan ke Aceh, Medan, dan Padang.
Penyerahan bantuan turut dihadiri oleh Irjen Pol Jayadi (Sesma BPOM), Asih Liza Restanti (Kepala Biro Umum BPOM), Ye Zhiqing (GM Admin PT Dali Foods Indonesia), Lin Luwei (Direktur Produksi PT Dali Foods Indonesia), Cao Haojie (Direktur Utama PT Universal Konsultan Indonesia), serta Sindy Veronica (Manajer PT Universal Konsultan Indonesia).
Tak sekadar posko logistik, BPOM menghadirkan konsep posko yang humanis dan ramah komunitas. Posko BPOM Peduli dilengkapi ruang konseling trauma, area istirahat, serta “warkop transit”—ruang hangat bagi relawan untuk menikmati kopi dan teh, menyantap makanan ringan, beribadah, bermain gaplek, atau sekadar berbincang guna memulihkan mental sebelum kembali bertugas.
“Kita belajar dari Aceh, Medan, dan Padang bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi ruang untuk saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” tegas Taruna Ikrar.
baca juga : Tanam Pohon Simbol Keberlanjutan, Kepala BPOM Resmikan Gedung Baru Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Layanan konseling trauma diberikan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga profesional, dengan fokus pendampingan bagi anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat banjir. Sementara itu, warkop transit menjadi simpul solidaritas sekaligus ruang koordinasi informal yang menjaga ketahanan mental para relawan.
Dalam rangkaian kunjungan kemanusiaan di Aceh dan Medan, serta rencana kunjungan ke Padang pada akhir pekan ini, Prof. Taruna Ikrar juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol kasih sayang dan kepedulian kemanusiaan.
“Di atas tanah yang masih basah oleh banjir, pohon ini ditanam sebagai pesan bahwa harapan selalu ada dan kehidupan akan kembali tumbuh,” pungkasnya. (*)

