BPS dan Kadin Sulsel Kolaborasi Perkuat Pendataan Usaha, Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Tepat Sasaran

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel untuk memperkuat pendataan sektor usaha di daerah.

Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di Kantor Kadin Sulsel, Makassar, Selasa.(7/4/26).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Sulsel, Aryanto, yang menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap berbagai sektor dan jenis usaha di Sulawesi Selatan.

“Tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk memetakan sektor usaha secara lebih rinci, baik dari sisi jenis maupun skala. Data ini akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga : Aklamasi di Muskot, Idham Nusu Resmi Pimpin Kadin Parepare 2026–2031

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sulsel sebagai mitra strategis, mengingat jaringan luas yang dimiliki Kadin hingga ke pelaku usaha di berbagai sektor.

“Kami optimistis dengan dukungan Kadin, cakupan pendataan bisa lebih luas dan akurat,” tambahnya.

Menurut Aryanto, pendataan yang dilakukan BPS tidak hanya mencakup sektor ekonomi, tetapi juga aspek sosial, termasuk kepemilikan aset masyarakat.

Oleh karena itu, partisipasi seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menghasilkan data yang komprehensif dan valid.

BPS Sulsel juga telah menyiapkan sistem pendataan berbasis digital melalui tautan khusus yang memudahkan pelaku usaha dalam mengisi data.

Selain itu, kerahasiaan data responden dipastikan tetap terjaga dengan sistem yang aman dan fleksibel.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Ajak KADIN Majukan Dunia Usaha dan Perekonomian Bumi Batara Guru

Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras melalui Wakil Ketua Kadin Sulsel, Harmansyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh langkah tersebut.

“Kami siap berkolaborasi dengan BPS dalam mendata pelaku usaha di Sulawesi Selatan. Kami juga memiliki Kadin Business Pulse yang dapat mempermudah proses pendataan hingga ke daerah,” ujar Harmansyah.

Ia menambahkan, kolaborasi ini juga menjadi peluang untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan besar yang belum tergabung dalam Kadin, sekaligus memperkuat basis data organisasi.

Lebih lanjut, Kadin menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan penyerap tenaga kerja terbesar.

Direktur Eksekutif Kadin Sulsel, Muh Taufik, turut menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai langkah ini akan memperkuat basis data pelaku usaha di daerah.

“Dengan data yang valid, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, BPS dan Kadin Sulsel diharapkan mampu menghadirkan data usaha yang lebih akurat dan terintegrasi, guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (*)

Komentar