GOWA, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menyusul peringatan dini curah hujan tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa berada dalam status siaga, bahkan empat kecamatan ditetapkan dalam kategori awas akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah telah disiagakan untuk merespons cepat setiap potensi kejadian bencana.
“Dalam bentuk apa pun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, kami pastikan akan segera ditindaklanjuti. Saya telah meminta BPBD dan seluruh dinas terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan bertindak cepat,” ujar Bupati.
Baca Juga : Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Gowa Salurkan Bantuan Peralatan kepada 221 UMKM
Ia menambahkan, kondisi geografis Kabupaten Gowa yang sebagian besar merupakan wilayah dataran tinggi menjadikan daerah ini rawan bencana, khususnya longsor dan banjir bandang.
Oleh karena itu, Pemkab Gowa telah mengaktifkan posko siaga bencana di seluruh desa dan kelurahan sejak jauh hari.
“Posko siaga bencana telah kami aktifkan di seluruh desa dan kelurahan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti peringatan dini BMKG dengan menyebarluaskan informasi kewaspadaan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga masyarakat.
“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” kata Wahyudin, Selasa (13/1).
BPBD Kabupaten Gowa juga melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan bencana, seperti daerah banjir, angin kencang, dan longsor.
Selain itu, posko siaga telah diaktifkan di Kantor BPBD serta di kantor desa dan kelurahan guna mempercepat koordinasi dan penanganan darurat.
Dari sisi kesiapan, BPBD telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung tanggap darurat, di antaranya kendaraan serbaguna, truk, mobil pick-up, perahu fiber dan perahu karet, life jacket, helm, serta logistik kebencanaan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan keselamatan selama cuaca ekstrem berlangsung.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, menghindari daerah aliran sungai, serta tidak berteduh di bawah pohon yang berpotensi tumbang. Saat ini sudah terdapat korban jiwa akibat aktivitas di sungai,” tegasnya.
Baca Juga : Kunjungi Desa Siaga TB, Wamenkes RI dan Pemkab Gowa Perkuat Komitmen Eliminasi Tuberkulosis
Masyarakat juga diimbau untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, memantau informasi cuaca dari sumber resmi, serta bersiap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika kondisi memburuk.
Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala, mengatakan pihaknya bersama unsur tripika telah mengaktifkan posko siaga bencana di wilayahnya. Berdasarkan prakiraan BMKG, Kecamatan Tinggimoncong masuk dalam zona merah atau kategori awas.
“Kami telah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat untuk membentuk posko siaga bencana, sekaligus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung menghadapi potensi pohon tumbang maupun longsor,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga, khususnya yang bermukim di lereng gunung, agar sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga atau tempat yang lebih aman.
Pemerintah kecamatan pun menyiapkan gedung fasilitas milik pemerintah sebagai lokasi pengungsian jika terjadi kondisi darurat.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” tutupnya. (JN)

