-𝟎𝟎𝟎-
𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝟑 : 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐀𝐧𝐢𝐞𝐬 – 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐢𝐦𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐢𝐤?
Pertama: Anies mendapatkan limpahan suara yang pergi dari Ganjar. Pemilih yang pergi dari Ganjar, 40.2% datang ke Anies.
Dalam simulasi, pemilih Ganjar – Mahfud kita 𝘤𝘳𝘰𝘴𝘴𝘵𝘢𝘣 kepada Prabowo – Gibran dan Anies – Muhaimin. Hasilnya adalah, terdapat 40.2% pemilih Ganjar yang memilih Anies – Muhaimin.
Untuk mendapatkan tiket ke putaran kedua, Anies harus menyingkirkan dan mengalahkan Ganjar atau Prabowo. Jauh lebih mudah bagi Anies melampaui Ganjar ketimbang melampaui Prabowo.
Jarak elektabilitas Anies ke Ganjar kini hanya tersisa 8.5% saja (20.3% 𝘷𝘴 28.6%). Sementara jarak Anies ke Prabowo terpaut jauh 20% (20.3% 𝘷𝘴 40.3%).
Para ahli strategi di kubu Anies dengan sendirinya berkepentingan dengan dukungan Ganjar-Mahfud untuk menurun, agar bisa dilampaui Anies – Muhaimin untuk mendapatkan tiket ke putaran kedua.
Kedua: pendukung Anies – Muhaimin bertambah di segmen pemilih terpelajar (pendidikan D3 ke atas, termasuk mahasiswa, Sarjana, Magister, Doktoral). Pada bulan September 2023, dukungan dari segmen ini terhadap Anies – Muhaimin sebesar 27.8%. Bulan Oktober 2023 naik menjadi 31.9%, dan November 2023 saat ini terjadi kenaikan kembali di angka 45.5%.
Di kalangan pemilih terpelajar, sosok Anies sangat kuat. Dari 100 orang kaum terpelajar, 45 orang memilih Anies – Muhaimin.
-𝟎𝟎𝟎-
𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝟒 : 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐤𝐞𝐩𝐮𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐉𝐨𝐤𝐨𝐰𝐢 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢 𝐰𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐮 𝐝𝐢𝐧𝐚𝐬𝐭𝐢, 𝐧𝐞𝐩𝐨𝐭𝐢𝐬𝐦𝐞, 𝐜𝐚𝐰𝐞-𝐜𝐚𝐰𝐞 𝐝𝐞𝐦𝐨𝐤𝐫𝐚𝐬𝐢?
Memang akibat serangan itu, kepuasaan atas Jokowi sedikit menurun di kalangan terpelajar. Pada bulan Oktober kepuasan terhadap Jokowi di kalangan terpelajar sebesar 70.5%. Pada bulan November terjadi penurunan menjadi 68.7%. Kepuasan Jokowi di segmen terpelajar di bawah 70%.
Tapi pada saat yang sama, terjadi kenaikan kepuasan atas Jokowi di kalangan wong cilik (pendapatan di bawah Rp 2 juta/bulan). Pada Oktober 2023, kepuasan terhadap Jokowi di segmen ini sebesar 75.1%. Sekarang di bulan November 2023, kepuasan terhadap Jokowi naik menjadi 82.9%. Ada kenaikan sebesar 7.8%.
Itu terjadi karena aneka bantuan sosial Jokowi terus gencar dilakukan. Berdasarkan Buku Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) Tahun Anggaran 2024, anggaran Kemensos direncanakan sebesar Rp 79,19 triliun.
Mulai dari program Program Keluarga Harapan, Bantuan Langsung Tunai hingga Bantuan Beras.
Akibatnya, kepuasan atas Jokowi secara agregat justru menaik. Memang, kepuasan terhadap Jokowi itu (𝘢𝘱𝘱𝘳𝘰𝘷𝘢𝘭 𝘳𝘢𝘵𝘪𝘯𝘨) menurun di kalangan terpelajar tapi menaik di pemilih mayoritas wong cilik.
Jika kepuasan atas Jokowi bertambah, maka adalah pasangan Prabowo – Gibran yang mendapatkan efek positifnya. Branding Jokowi kini jauh lebih banyak identik dengan Prabowo – Gibran.

