-𝟎𝟎𝟎-
𝐈𝐧𝐢 𝐢𝐧𝐭𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢 𝐄𝐍𝐀𝐌 𝐭𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐫𝐯𝐞𝐢 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐃𝐞𝐧𝐧𝐲 𝐉𝐀, 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐚𝐧𝐠 𝟗𝟎 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐏𝐢𝐥𝐩𝐫𝐞𝐬 𝟐𝟎𝟐𝟒.
Pertama: kontroversi putusan MK, isu dinasti, isu demokrasi yang mendung tidak memiliki efek elektoral yang negatif kepada pasangan Prabowo – Gibran, ataupun kepada tingkat kepuasan atas Jokowi.
Kedua: isu putusan MK, dinasti, demokrasi mendung itu berdampak negatif di sebagian kecil kalangan pemilih terpelajar saja. Sementara di kalangan pemilih muda dan wong cilik, elektabilitas Prabowo – Gibran justru bertambah.
Ketiga: secara menyeluruh totalitas pemilih, pasangan Prabowo – Gibran justru menaik. Serangan kubu Ganjar terhadap Jokowi justru menjadi blunder, karena membuat migrasi pendukung Jokowi meninggalkan Ganjar, sehingga elektabilitas Ganjar – Mahfud justru merosot.
Keempat: pertama kali, pasangan Anies – Muhaimin konsisten menaik. Di samping mendapatkan limpahan suara dari pemilih yang pergi dari Ganjar, Anies – Muhaimin juga semakin menarik pemilih kalangan terpelajar.
Kelima: Jika pilpres dilakukan hari ini, Prabowo – Gibran masuk putaran kedua, sementara tiket satu lagi diperebutkan antara Anies – muhaimin dan Ganjar – Mahfud.
Keenam: Tren Ganjar – Mahfud menurun, sementara trend Anies – Muhaimin menaik. Lebih mudah bagi Anies melampaui Ganjar (selisih tinggal 8.5 persen) ketimbang melampaui Prabowo (selisih 20 persen) untuk mendapatkan tiket masuk ke putaran kedua.*

