Ada pula problema golput. Yaitu pemilih yang tak datang ke TPS untuk mencoblos. Sebanyak apapun pendukung, jika mereka golput suara mereka, dukungan mereka tak terhitung.
Jika golput di kubu Prabowo itu setara secara proporsional dengan golput di kubu Ganjar dan Anies, maka golput tak berpengaruh.
Masalahnya pendukung utama Prabowo dan Gibran banyak terjadi di kalangan pemilih wong cilik dan kaum
muda. Dua segmen ini justru memiliki prosentase golput yang paling tinggi, dibanding segmen pemilih lainnya.
Ketika kita berkehendak memprediksi apa yang akan terjadi di delapan hari setelah survei nasional terakhir, ini formulanya. Tetap hasil survei nasional menjadi basis utamanya, namun ditambah ramuan lain yang relevan.
Prediski pun dibuat dalam bentuk interval. Ada batas angka bawah dan angka atas untuk setiap pasangan capres- cawapres.
Ini prediksi resmi LSI Denny JA untuk Prabowo- Gibran dan pasangan lain. Untuk Prabowo- Gibran, angkanya 47,9% hingga 58,3%. Untuk Anies dan Muhaimin, elektabilitasnya 18,9% hingga 26,5%. Sementara untuk Ganjar dan Mahfud, angkanya 16,8% hingga 24,0%.
Batas bawah setiap pasangan capres adalah prosentase pemilih militan masing- masing. Sementara batas atas pasangan capres itu untuk elektabilitas pasangan itu di survei nasional terakhir, ditambah angka yang belum memilih dibagi tiga secara merata, ditambah lagi dengan margin of error.
Prabowo- Gibran yang mendapatkan angka 47,9% sampai 58,3%, artinya Prabowo dan Gibran sangat mungkin menang sampai 58,3%, atau merosot hanya 47,9 9%.
Lalu, apakah ini satu putaran atau dua putaran? Jika angka Prabowo-Gibran di 47.9 %- 50 %, sesuai intervel, pilpres akan berlangsung dua putaran. Tapi jika angka Prabowo-Gibran di angka 50%+ 1 hingga 58,3%, yang juga sesuai dengan interval, pilpres berakhir satu putaran saja.
baca juga : Denny JA : Protes Kampus dan The Silent Majority di Pilpres 2024
Model prediksi di atas memberikan hal yang sudah pasti, dan hal yang masih dalam rentang kemungkinan.
Yang pasti, Prabowo- Gibran akan unggul telak sekali. Unggulnya double digit, berselisih di atas 10 persen lebih dibandingkan dua kompetitornya. Tingkat kepastian ini di atas 99 persen.
Yang kepastiannya lebih kecil, Prabowo- Gibran menang satu putaran atau dua putaran. Jika dirumuskan secara kuantitatif, 70 % kemungkinan Prabowo-Gibran menang satu putaran. Dan 30% Prabowo-Gibran menang tapi ada putaran kedua.
Setelah lima kali mencoba bertarung untuk pilpres sejak 2004, memang inilah pilpres dengan hasil terbaik Prabowo. Pilpres kali ini untuk Prabowo memang seperti lagu Elvis Presley: It is Now or Never!*

