Pada bulan September 2023, selisih elektabilitas Ganjar (GAMA) dan Anies (AMIN) Itu tinggi sekali: 21,9%. Tapi pada bulan November 2023, selisihnya tinggal 8,3% saja.
Jika selisih ini terus mengecil, dan mengecil, maka dalam tempo 80 hari ke depan, sangat mungkin Ganjar (GAMA) dilampaui oleh Anies (AMIN)? Tapi mungkinkah Ganjar- Mahfud akan terus- menerus menurun?
Itu sangat tergantung dari apakah Ganjar (GAMA) kembali melakukan blunder lagi, blunder lagi, dan blunder lagi.
Di momen 80 hari menuju Pilpres 2024, kita melihat kesulitan Kubu Ganjar untuk menemukan posisi yang pas saat ini. Kubu Ganjar seolah mati langkah. Mereka mati angin, dan perlu menemukan branding baru.
Dulu itu positioning kubu Ganjar, brand yang dibawanya, sudah sangat pas. Mereka menampilkan diri sebagai penerus Jokowi, pelanjut Jokowi, dan pembawa spirit Jokowi.
Tapi tiba-tiba, kini kubu Ganjar bebelok menyerang Jokowi, mengritik Jokowi, menyikat Jokowi, dengan berbagai isu demokrasi mendung, dinasti, nepotisme, dan sebagainya.

Pembelokkan posisi inilah yang membingungkan banyak pemilih di lapisan wong cilik. Kubu Ganjar masuk dan terjebak dalam situasi yang gamang.
Jika kubu Ganjar ingin menampilkan pesona sebagai antitesa Jokowi, pembawa perubahan, bukankah di posisi itu, figur Anies Baswedan sudah duluan di sana dan jauh lebih kokoh?
Kubu Ganjar terlambat masuk ke posisi antitesa Jokowi. Tapi jika ingin kembali menampilkan diri sebagai penerus Jokowi, ini akan lebih lucu lagi setelah drama demokrasi mendung dengan gimmick baju hitamnya.
baca juga : Denny JA: 90 Hari Jelang Pilpres 2024, Yang Meroket dan Yang Terjungkal
Ini yang tengah terjadi dan agak aneh jika tidak diketahui oleh tim pengatur strategi di kubu Ganjar. Jika Ganjar terus- menerus mengeritik Jokowi, mereka sebenarnya tengah membesarkan elektabilitas Anies Baswedan.
Pendukung Ganjar yang sebenarnya karena efek Jokowi segera pindah sebagian ke Anies Baswedan. Anies mendapatkan bola muntah secara gratis.
Masih Ada Waktu 80 hari bagi Ganjar untuk menemukan brandingnya yang baru. Jika tidak, Ganjar- Mahfud akan terkaget- kaget ketika mereka justru dilampaui oleh Anies Baswedan dan terjungkal di putaran pertama pilpres 2024.
Politik elektoral memang kadang membingungkan mereka yang tidak fasih dengan hukum besinya.(*)

