Denny JA : Efek Dukungan Jokowi Pada Elektabilitas Pasangan Capres

Simulasi breakdown terhadap dukungan (endorsement) Jokowi atas elektabilitas Anies – AHY diberbagai segmen pemilih tidak dilakukan karena dua hal.

Pertama, LSI Denny JA hanya memerlukan dua kasus dukungan (endorsement)  Jokowi untuk perbandingan.

Kedua, secara real politik dukungan (endorsement) Jokowi atas Anies – AHY sulit terjadi.

-000-

Bagian 4 : Keadaan Ekonomi Rumah Tangga dan Nasional (Tahun Depan dan Sekarang) dan Kepuasan atas kinerja Jokowi.

Mayoritas publik optimis ekonomi tahun depan lebih baik. Publik yang menyatakan ekonomi rumah tangga tahun depan lebih baik/jauh lebih baik sebesar 60.3%.

Publik yang menyatakan ekonomi nasional tahun depan lebih baik/jauh lebih baik sebesar 51%.

•Siapa yang paling bertangung jawab sekaligus berjasa atas daya tahan ekonomi Indonesia?

Paling tinggi masyarakat menjawab Presiden Jokowi sebesar 30.4%. Di urutan kedua ada Menko perekonomian, Airlangga Hartarto dengan 22.7. Posisi ketiga ada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Tokoh-tokoh lainnya pun muncul tetapi persentasenya dibawah 10%.

Tingkat kepuasan terhadap Jokowi berada di angka 74.2%.

baca juga : Perihal Spanduk, Ketua KPK H. Firli Bahuri ; Jangan Ganggu Saya Dengan Issu Pencapresan !

Kesimpulan :

1. Efek dukungan (endorsement) Jokowi kepada perubahan elektabilitas pasangan capres tidak besar: kurang dari dua persen.

2. Dalam simulasi 3 pasang capres dalam survei kal ini, karena pasangan Ganjar – Airlangga Hartarto unggul diatas pasangan lainnya diatas 3%, pasangan capres manapun yang didukung Jokowi tidak mengubah keunggulan pasangan Ganjar- Airlangga.

3. Efek dukungan Jokowi pada perubahan elektabilitas pasangan capres paling besar terjadi di segmen pendidikan rendah, agama non Islam, Indonesia Timur, dan Pemilih Pria

4. Publik puas dengan kinerja Jokowi. Publik juga merasa ekonomi memiliki daya tahan karena peran Jokowi, (di samping peran Airlangga Hartato dan Sri Mulyani).

Tapi pilihan publik pada pasangan capres tak banyak di pengaruhi oleh Jokowi (dibawah dua persen)

Mengapa dukungan (endorsement) Jokowi mempengaruhi elektabilitas pasangan capres  hanya di bawah 2 persen, padahal publik puas dengan kinerja Jokowi?

1. Pilihan publik kepada calon pasangan capres relatif otonom, tidak banyak dipengaruhi oleh endorsement tokoh manapun.

2. Bahkan untuk kasus perpanjangan pemilu atau Jokowi 3 periode, walau mayoritas publik luas puas pada kinerja Jokowi, mayoritas publik menolak Jokowi 3 periode dan perpanjangan pemilu.

3. Hanya tingkat pengenalan, tingkat kesukaan publik atas pasangan capres, pesona pribadi, jejak rekam pasangan capres bersangkutan yang signifikan mempengaruhi.

Masih ada 15 bulan bagi tokoh capres dan cawapres menambah elektabilitasnya. Tapi sumber penambahan elektabilitas itu adalah pesona dan personality capres dan cawapres itu sendiri, bukan dukungan (endorsement) dari tokoh lain, bahkan dari Jokowi sekalipun. *