Denny JA: Siapa yang Menang Debat Capres Perdana?

Posisi Anies Itu sebaliknya. Atas banyak pertanyaan, Anies memilih posisi yang kritis pada Jokowi, dan pro perubahan.

Tapi Ganjar terlihat kesulitan meletakkan posisinya terhadap Jokowi.

Dari isi materi dan kualitas pesan, bisa dikatakan ketiga capres itu seimbang. Gagasan yang ditampilkan oleh Ganjar, oleh Prabowo, dan oleh Anies tidak ada yang terlalu mencolok sekali menangnya.

Tapi ketiga capres sangat berbeda sekali soal gaya komunikasi. Jangan dilupakan, gaya komunikasi ini bahkan 60% paling mempengaruhi pemilih soal siapa pemenang debat capres.

Anies Itu gayanya khas. Serius. Teoritik. Ini gaya seorang intelektual, seorang profesor yang terjun ke dalam politik praktis.

Gaya ini memang disukai dan populer di kalangan terpelajar. Tapi kaum pelajar dalam pemilih Indonesia jumlahnya hanya 10% saja.

Gaya Prabowo, itu ada jenakanya. Ada humornya. Kadang ia menyeletuk: “Anies, Anies.” Atau “Sorry ye.” Juga Prabowo bermain silat ketika moderator memotong ucapannya.

Itu justru membuat audiens tertawa. Gaya jenaka ini lebih disukai oleh pemilih Indonesia pada umumnya, di luar kalangan terpelajar. Dan jumlah mereka jauh-jauh lebih banyak.

Keuntungan Prabowo, gaya komunikasinya itu lebih disukai oleh corak pemilih yang kebetulan di Indonesia sekarang ini jumlahnya paling banyak.

Ganjar bergayanya selayaknya seorang motivator. Ia menyentuh hati. Ia kisahkan pertemuannya dengan pemilih di daerah ini, dan di daerah itu. Ganjar mengesankan pemimpin yang sangat mendengar publik.

Tapi jumlah pemilih yang suka gaya ini masih kalah banyak dibandingkan dengan jumlah pemilih yang senang gaya pidato jenaka, yang ada selipan humornya.

baca juga : Denny JA: Satu Topik Saja Dari Debat Capres Cawapres Dalam Bahasa Inggris, Mengapa?

Prabowo juga diuntungkan oleh situasi sebelum debat capres. Aneka survei yang dikerjakan oleh setidaknya tiga lembaga: LSI Denny JA, Kompas dan Indikator Politik, menggambarkan keunggulan telak Prabowo-Gibran.

Berdasarkan data tiga lembaga itu: pendukung Prabowo sekarang jumlahnya antara 39% sampai 45% . Ganjar Mahfud sekitar 15% sampai 25%. Anies- Muhaimin: 16 sampai 24%.

Kita pun tahu. Bahwa majoritas pemilih yang sudah memilih mengatakan calon yang sudah dipilihnya itulah yang menang debat capres.

Kesimpulannya bersifat tentatif. Tepatnya, ini hipotesis. Jika ditanya kepada kalangan terpelajar siapa yang menang debat? Lebih banyak yang mengatakan Anies yang menang.

Tapi jika dilempar kepada publik luas, keseluruhan pemilih Indonesia, lebih banyak yang akan mengatakan Prabowo lah yang menang debat capres perdana.

Survei nasional LSI Denny JA berikutnya akan menguji ini.*