Saat Kanwil Kemenag Sulsel Peringati Nuzulul Quran tanggal 17 Ramadhan yang lalu, kita menyaksikan beliau masih bersemang hadir dan memberikan tausiyahnya di Hadapan kita semua, bahkan dua hari sebelum wafat (tepatnya di malam Jum’at, 13 Mei 2021), beliau sempat bersenda gurau dengan saya dalam waktu yang relatif lama. Rasanya tak percaya, tokoh bersahaja yang menjadi jangkar kedamaian bumi angin mamiri, terlalu cepat meninggalkan umatnya.
“Almarhum menghadap Allah SWT dengan penuh kebahagiaan. Semoga saya dan juga umat Islam lainnya bisa mensuri tuladani beliau, olehnya itu, atas seluruh dedikasi dan jasa jasa Almarhum Anregurutta KH. Sanusi Baco, marilah kita bersama mengheningkan cipta seraya mendoakan Anregurutta”, Ucap Kakanwil memimpin doa.
baca juga : Pranata Humas Kanwil Kemenag Sulsel Ikuti Pelantikan Secara Virtual
Anregurutta KH. Sanusi Baco yang masih menjabat sebagai Ketua MUI Sulsel , Rois Syuriyah PWNU Sulsel, Musytasyar PBNU, Ketua Yayasan Masjid Raya Makassar dan membina Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum di Kab. Maros meninggal dunia Jelang Sholat Isya pada Hari Sabtu (15 Mei 2021/3 Syawal 1442 H) setelah sempat dirawat di Ruang ICU RS. Primaya (Ex. RS. Awal Bros) Makassar di Usia 84 tahun.
Dan jenazahnya dimakamkan di kampung jalaman orang tuanya do Desa Talawe Kec. Bontoa Kab. Maros Kemarin (Minggu, 16 Mei 2021) usai disholatkan di Masjid Raya Makassar dan Ponpes Nahdlatul Ulum Maros yang dihadiri dan diantar oleh Ribuan Masyarakat dari berbagai Kalangan.
Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel sendiri secara langsung terus hadir mulai sejak prosesi Jenazah Anregurutta disemayamkan di Rumah duka Jalan Kelapa 3 Makassar, Disholatkan sampai dimakamkan. (wrd)

