Ditempat yang berbeda Mursin Nur selaku Jendral Lapangan mengatakan surat kesepakatan bersama antara PPLBT dengan founder Bosowa yang telah ditanda tangani bersama merupakan hasil dari perjuangan kita bersama semoga dengan hadirnya kepolisian dalam tahap mediasi ini menjadi dasar penguat komitmen kita dengan perusahaan sehingga apa yang telah disepakati bisa dilaksanakan.
“Saya mewakili warga dan para pengunjukrasa mengucapkan terima kasih banyak kepada kasat intelkam Polres Maros bersama jajarannya yang telah komitmen hadir ditengah kami dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para demonstran sehingga tidak terjadi bentrokan, apalagi kepolisian berperan aktif sehingga lahir kesepakatan tanpa ada pihak yang dirugikan”, ujarnya.
Polres Maros yang melakukan pengamanan dengan pola persuasif terus melakukan negosiasi 3 arah yaitu kepada manajemer operasional, tokoh-tokoh masyarakat dan forkopimda Maros yang dipantau langsung oleh Kapolres Maros AKBP Awaludin Amin, S.Ik yang setiap saat melakukan komunikasi aktif dengan jajarannya yang ada dilokasi unjuk rasa.
baca juga : Tidak Diakomodir, PPL BT Bersama Warga Blokade Jalanan Masuk ke Pabrik Semen Bosowa Maros
Apalagi Wakapolres Maros Komisaris Polisi Muhammad Ramadhani Kamal, S.Pd, M.M, Kabag Ops Kompol Abriadi, S.Ag, Kasat IK Polres Maros, Kasat Samapta dan Kapolsek Bantimurung turut berperan aktif dalam proses negosisi tersebut selama 2×24 jam dan senantiasa hadir ditengah-tengah warga demi memberikan jaminan keamanan agar penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik, tertib dan kondusif.
Hal senada juga diungkapkan oleh Plant Manager PT. Semen Bosowa Mining yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih dari para tokoh masyarakat serta kepada Kapolres Maros dan jajarannya karena sudah bekerja keras dalam membantu melakukan mediasi sehingga terbangun dialog antara perwakilan warga dan pihak manajemen Bosowa yang diinisiasi langsung oleh Kasat Intelkam Polres Maros hingga tercipta win-win solution kesepakatan 2 belah pihak dapat terjadi dan blokade pun dapat dibuka sehingga aktivitas pabrik semen Bosowa yang terhenti selama 2 hari kembali dapat beraktivitas seperti biasa.
Suasana haru terjadi dimana masyarakat saling berpelukan dan berjabat tangan satu sama lainnya antara pihak manajemen dengan para pengunjuk rasa termasuk kepada para personil Polres Maros yang mendampingi pembukaan blokade depan pintu utama. (*)

