ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan Nasional (Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Namun di Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang Pamsimas yang dibangun pada Tahun 2019 tidak dapat dinikmati masyarakat. Salah satu warga Desa Tapong mengatakan sejak dibangun hingga saat ini, Pamsimas tersebut tak pernah difungsikan.
” Kita tidak pernah nikmati air melalui Pamsimas . Boleh kita lihat sendiri pipanya sudah pada rusak, ada yang sudah copot, pipanya hilang dan ditempat sumber air selangnya sudah tidak ada lagi”, ucap MR warga setempat.
Selasa (25/10/22)
Warga lain membenarkan hal tersebut. Saat ini terpaksa warga berinisiatif menggunakan sisa pipa yang masih ada sebagai pelindung selang air milik warga agar.
” Jadi kita masukkan selang kedalam pipa yang sudah pecah-pecah untuk aliran air kekandang ayam milik warga. Karena ini pipa tidak pernah juga berfungsi, bagaimana mau berfungsi kalau air diambil dari bawah dialirkan ke atas gunung”. Katanya.
Proyek yang pengerjaannya dilakukan pada tanggal 9 Juli 2019 oleh KKN Bunga Durian ini dianggarkan sebesar Rp 350 juta.

Budi, Fasilitator Pamsimas kepada beberapa awak Media mengatakan awalnya pembangunan Pamsimas tersebut sudah dilakukan uji fungsi dan menurutnya air pernah sampai ke atas.
” Tapi masyarakat tidak ada gerakan untuk memanfaatkan sarana tersebut. Pernah diuji fungsi dan airnya naik, sekarang sebenarnya kita mau aktifkan air itu kembali dan diuji fungsi selama masyarakat mau menggunakan”. Ujar Budi.
Budi membenarkan dari laporan masyarakat memang sudah ada beberapa titik yang pipanya sudah pecah-pecah dan dia mengatakan sepanjang Pemerintah setempat dan masyarakat ingin memanfaatkan Pamsimas tersebut maka sebagai Fasilitator Budi akan memfasilitasi.
” Kalau kami dari program sebenarnya sudah maksimal melakukan pendampingan, perencanaan dimana mau diambil titik airnya. Bahkan dulu pernah melakukan pertemuan dengan Camat terkait bagaimana memanfaatkan sarana yang telah dibangun”, pungkasnya.
baca juga : Ketua Baznas Enrekang Harap Para Korban Bencana untuk Tetap Sabar dan Bertawakkal
Kepala Desa Tapong Saharuna saat dikonfirmasi juga membenarkan jika Pamsimas didesanya tidak berfungsi dan pipanya sudah banyak yang rusak dan retak-retak.
” Memang sudah banyak yang retak-retak, awalnya dulu berfungsi tapi tidak ada dibelikan pulsa jadi tidak berfungsi mi. Tidak ada juga yang mau jaga jadi pipanya rusak. Pompanya juga sudah rusak karena banjir kemarin”. Kata Kades Tapong.
Kades mengatakan sebenarnya kerusakan itu bisa diperbaiki tapi tidak ada yang mangerjakan jadi dibiarkan rusak begitu saja.
‘ Sebenarnya bisaji diperbaiki itu, tapi tidak ada mi yang mau kerjai”. Ujarnya. (ZF)

