KORANMAKASSAR.COM – Keberadaan Industri Mebel skala besar yang berlokasi di kompleks perumahan Mangasa, kelurahan Gunung Sari, kec. Rappocini dikeluhkan warga sekitar.
Pasalnya selain menghasilkan suara bising, aktifitas usaha produksi meubel tersebut mengaggu waktu istirahat warga.
“Sangat mengganggu pak, karena ribut ki, ada mi suara palu-palunya, ada mi suara pemotong kayunya, adami juga sura mesin ketam (serut kayu), kita mau tidur, bunyi ki sede,” ujar warga yang enggan disebut identitasnya, sabtu (8/8/20).

Keberadaan usaha industri meubel yang terletak tidak jauh dari kantor lurah Gunung Sari tersebut, juga diakui oleh salah seorang pekerja (tukang). Ia menyebut Usaha meubel dan dekorasi dibawah naungan perusahaan 99 Design Studio Architect ini sudah beraktifitas selama 10 tahun.
“Sudah lama sekitar 10 tahunan, sebelum di sini kita di dalam (di komplek perumahan), tapi kalau di sini baru sekitar setahun.” singkatnya
Dikonfirmasi Lurah Gunung Sari Erwin mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya peneguran terhadap usaha meubel tersebut, namun hingga saat ini pihak pengusaha tidak mengindahkan.
baca juga : Kadis Pariwisata : Pemkot Makassar Belum Izinkan Digelar Pesta Pernikahan
“Iye saya sudah tegur bersama Satpol karena sudah banyak juga keluhan warga disekitarnya yang merasa terganggu, tapi sampai sekarang tetap dia laksanakan kegiatan pak,” ungkap Erwin.
Ditanya terkait izin usaha, Erwin menyebut jika pihaknya tidak pernah menerbitkan rekomendasi izin, sehingga diduga kuat aktifitas usaha tersebut ilegal.
“Lurah tidak pernah memberikan izin, baik izin usaha maupun IMB. Saya sudah laporkan juga ke Dinas Tata Ruang,” tandas Erwin. (ilho)

