MAGELANG, KORANMAKASSAR.COM — Tim dosen Universitas Tidar (Untidar) mendorong dua pelaku usaha mikro di Kabupaten Magelang, Koperasi Gupon Sekarlangit (produsen beras organik) dan PT Sekarlangit Agro Indoperkasa (pengolah sayuran), untuk naik kelas melalui inovasi teknologi dan digitalisasi usaha.
Program ini dilaksanakan melalui hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Daerah (PM-UPUD) Kemdiktisaintek 2025, diketuai Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., bersama tim lintas disiplin dari Untidar dan Universitas Sebelas Maret.

Melalui kegiatan ini, tim Untidar membantu mitra meningkatkan kapasitas produksi, mutu, dan pemasaran. Koperasi Gupon kini mampu meningkatkan pengemasan beras organik dari 12 ton menjadi 20 ton per bulan, sedangkan Sekarlangit Agro meningkatkan produksi tepung sayur hingga 300 kg per bulan dengan bantuan mesin modern.
Selain teknologi, kedua mitra juga mendapat pelatihan keamanan pangan (GMP, HACCP) dan digital marketing untuk memperluas pasar melalui Tokopedia, Shopee, Instagram, dan Facebook. Hasilnya, efisiensi kerja meningkat 40 persen dan omzet naik sekitar 10 persen.
Baca Juga : FDSN dan Pascasarjana UNM Bangun Gerakan Guru dan Dosen Inovatif Lewat Hypno Learning dan Publikasi Ilmiah
Program ini juga melibatkan mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk belajar langsung pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan sosial.
Ketua tim, Dr. Eny Boedi, menegaskan program ini menjadi langkah penting membangun ekosistem inovasi lokal berbasis riset dan teknologi tepat guna, agar UMKM Magelang semakin mandiri dan berdaya saing global.(Tim)

