MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Wali Kota Munafri Arifuddin turun langsung memantau kebersihan kota dengan bersepeda sambil mengawal program “Jumat Bersih”, Jumat (24/4/2026).
Didampingi sejumlah SKPD, Munafri menyusuri beberapa ruas jalan di Makassar untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga, sekaligus meninjau langsung pelaksanaan program kebersihan yang telah berjalan sejak 2025.
“Kegiatan ini bagian dari pendekatan langsung pemerintah untuk memastikan kebersihan kota terjaga secara konsisten,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Munafri juga menunjukkan respons cepat terhadap aduan warga.
Baca Juga : Teken Komitmen Nasional, Wali Kota Munafri Gaspol Tangani Sampah Makassar
Saat menerima laporan terkait tumpukan sampah dan pohon tumbang di kanal Kompleks Marindah, Kecamatan Mamajang, ia langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak kecamatan untuk segera melakukan pembersihan.
Langkah cepat ini menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam menangani persoalan lingkungan secara sigap dan terkoordinasi.
“Saya pastikan setiap aduan warga akan kami respon cepat dan tidak ditunda. Ini komitmen kami menjaga kebersihan dan kenyamanan kota,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Mamajang, Rizal ZR, menjelaskan bahwa penumpukan sampah di kanal disebabkan oleh kiriman dari wilayah hulu, khususnya perbatasan Kecamatan Mariso dan Tamalate, yang terbawa arus hingga ke wilayah Mamajang.
Saat ini, pembersihan kanal dilakukan secara bertahap di sejumlah titik, seperti Kelurahan Baji Mappakasunggu, Pa’batang, dan Maricaya Selatan, dengan melibatkan tim Satgas kebersihan bersama dinas terkait.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pangkas Perjalanan Dinas hingga 70 Persen, Hemat Rp60 Miliar untuk Rakyat
Dalam kegiatan tersebut, Munafri juga memantau wilayah Kecamatan Wajo dan Ujung Tanah, sembari mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menekankan pentingnya perawatan kanal dan drainase secara berkelanjutan guna mencegah penyumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Langkah ini sejalan dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di seluruh wilayah Indonesia. (*)


Komentar