MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Mengawali Ramadhan pada tahun 2021, TPID Sulawesi Selatan melakukan silaturahmi bersama para Alim Ulama yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), senin (26/4/21)
Kegiatan merupakan tindak lanjut rekomendasi kebijakan pada High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Selatan khususnya mengenai komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi yang telah dilaksanakan pada 1 April 2021.
Kegiatan silaturrahmi dihadiri Sekertaris Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H.M. Galib, MA, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Budi Hanoto, Asisten Pererekonomian dan Pembangunan Sulawesi Selatan, Drs. Muh. Firda, M.Si, serta perwakilan dari MUI, Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat NU.
Secara umum pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, tingkat inflasi khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan Budi Hanoto mengatakan hal tersebut tercermin dari fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok pada bulan ramadhan dan idul fitri yang relatif naik lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan lainnya.
Dijelaskan Budi dalam tiga tahun terakhir, komoditas dengan penyumbang inflasi tertinggi ketika ramadhan adalah ikan bandeng, daging ayam ras dan cabai.
“Alim ulama diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga inflasi serta berbelanja secara bijak ataupun tidak melakukan penimbunan bahan makanan,” jelasnya.

