ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kabupaten Enrekang memastikan pembangunan dan perbaikan jalan poros Cakke–Baraka akan tuntas tahun ini. Proyek strategis tersebut mendapatkan dukungan anggaran dari tiga sumber pendanaan utama dengan total nilai mencapai Rp22,2 miliar.
Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangga mengungkapkan, proyek ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“Dengan ketiga anggaran ini, Insya Allah jalan poros Cakke–Baraka akan tuntas tahun ini,” ujar Bupati Yusuf Ritangga, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, dana tersebut berasal dari:
- Hibah BNPB untuk penanganan bencana senilai Rp3,9 miliar.
- Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp2,3 miliar untuk perbaikan jalan.
- Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp16 miliar.
Jalan poros Cakke–Baraka yang berada di Kecamatan Anggeraja merupakan jalur utama penghubung ke Kecamatan Baraka, yang terdiri atas 12 desa dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani sayur, terutama bawang merah.
Keberadaan jalan ini sangat vital karena menjadi akses utama distribusi hasil pertanian baik ke pasar lokal maupun ke luar daerah, bahkan hingga lintas provinsi.
Seorang petani bawang merah di Baraka mengaku sangat bersyukur atas perbaikan jalan tersebut.
“Kami para petani sangat bersyukur. Dengan jalan yang bagus, hasil panen bisa kami angkut dan jual lebih cepat ke pasar. Ini sudah lama kami tunggu,” ujarnya.
Baca Juga : Kopi Arabika Enrekang Tembus Pasar Korea Selatan, Bukti Kualitas Petani Lokal Diakui Dunia
Perbaikan jalan poros Cakke–Baraka diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar kecamatan, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan di Kabupaten Enrekang.
Melalui proyek ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan, demi mendukung kesejahteraan masyarakat Enrekang. (ZF)

