Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi, Danny-Fatma Siapkan Program Strategis Ini

Banyak inovasi-inovasi baru yang sudah terbukti dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas yang belum pernah ada sebelumnya dan sekarang lenyap ditelan kemunduran.

“Masih teringat dalam ingatan kita, pelayanan panggilan care and rescue 112, yang mampu melayani kurang lebih 1.000 panggilan sehari, yang didominasi dengan pelayanan homecare dengan sistem telemedicine yang respons time limitnya hanya 15 menit, yang sekarang tidak jelas lagi,” ucap Danny Pomanto.

Selain itu, RT/RW Rp1 juta, fasilitas telepon dan pulsanya, serta langganan koran sebagai update pengembangan wawasan yang sekarang tidak pernah terdengar lagi. Fungsi penasihat wali kota di kelurahan sebagai mitigator sosial sekarang dihapus tanpa penjelasan. Penanganan kebersihan dan pengangkutan sampah pukul 07.00 pagi tuntas bersih selesai setiap hari di semua ruang kota, yang sekarang sangat jarang terlihat lagi.

“Pelayanan publik yang selalu ‘anugra’ (anu gratis) untuk rakyat, sekarang penuh dengan keluhan. PAD menjadi Rp1,3 triliun dari semula kurang lebih Rp500 miliar dan sekarang berkurang menjadi Rp 1 triliun (sebelum pandemi), padahal baru enam bulan setelah kami mengakhiri masa jabatan,” ungkap Danny Pomanto.

Selanjutnya, Festival F8 yang menjadi Top 10 International Festival Indonesia yang menjadi kebanggaan rakyat Kota Makassar berusaha dilenyapkan tanpa alasan yang jelas. Selain itu, pengejaran penjualan fasum dan fasos yang sudah menjadi LHP BPK dan bekerja sama dengan KPK, terlihat makin redup.

“Inilah hanya segelintir bukti-bukti yang sudah menjadi referensi kuat dalam pikiran dan hati rakyat Makassar. Rakyat Makassar menolak kalau Makassar mundur lagi. Jangan biarkan makassar mundur lagi,” katanya.

baca juga : Memang Beda, Danny-Fatma Ajak Semua Calon Berikan Edukasi Politik untuk Masyarakat

Danny melanjutkan, semangat menolak kemunduran dan semangat mendukung kemajuan” Makassar Dua Kali Tambah Baik” adalah momen terbaik bagi kita semua rakyat Makassar untuk bersatu bersama Partai NasDem, Gerindra, Gelora, dan PBB untuk memenangkan pasangan Danny-Fatma pada 9 desember 2020. “Karena memenangkan Danny-Fatma sama dengan memenangkan masa depan kita sendiri,” seru Danny Pomanto.

Danny-Fatma berkomitmen tidak akan membangun tembok batas yang memisahkan tapi membangun jembatan yang menyatukan. Jembatan yang menyambung hari ini dan masa depan melalui” Visi ADAMA 2026″.