Jelang Akhir Tahun, Garuda Indonesia Bukukan Jumlah Penumpang Tertinggi Selama Pandemi

Saat ini, Garuda Indonesia Group melalui lini usaha perawatan pesawat GMF Aero Asia tengah memperkuat segmen airframe dan line maintenance melalui rencana perluasan layanan hanggar yang dikembangkan di Denpasar untuk memaksimalkan potensi market di wilayah Indonesia Timur. Sedangkan Citilink yang merupakan lini usaha low cost carrier tengah fokus mengoptimalisasikan pangsa pasar rute penerbangan domestik yang didukung oleh feeder pesawat ATR 72 600 yang nantinya akan membuka akses ke wilayah kawasan ekonomi baru di Indonesia. Lebih lanjut, lini usaha Aerofood ACS juga saat ini tengah memperkuat fokus bisnisnya pada sektor produk retail dan industrial catering.

Selanjutnya Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengungkapkan bahwa proses implementasi Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan nilai maksimal IDR 8,5 Triliun dan tenor paling lama 7 tahun, saat ini terus dilakukan melalui komunikasi intensif bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) perihal rencana tahapan penerbitan OWK tersebut yang kami harapkan dapat segera terealisasi jelang akhir tahun ini.

baca juga : Garuda Indonesia Konsisten Catatkan Petumbuhan Penumpang Dalam Periode Kuartal III-2020

Sedangkan restrukturisasi hutang, pada prinsipnya akan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama kreditur dan mitra kerja,
dengan memperhatikan kemampuan cash flow Perusahaan. Dalam proses restrukturisasi ini, Perseroan senantiasa mengedepankan semangat sinergitas BUMN maupun bersama mitra kerja dengan memastikan bahwa pembayaran kewajiban bunga berjalan lancar dengan mengedepankan prinsip efisiensi biaya operasional secara menyeluruh dan mengoptimalisasi struktur biaya dari biaya tetap menjadi biaya variabel sesuai dengan kinerja operasi.

Adapun untuk langkah renegosiasi biaya pesawat, Perseroan saat ini terus melakukan komunikasi intensif dengan lessor untuk menurunkan biaya sewa serta perpanjangan masa leasing, yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi keuangan Perseroan kedepannya. (*)