Jusuf Kalla Tekankan Pentingnya Arsitektur dan Akustik dalam Pembangunan Masjid Inklusif

Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya melibatkan ahli akustik dan sound engineer sejak tahap perencanaan pembangunan masjid.

Menurutnya, banyak persoalan tata suara masjid sebenarnya dapat diperbaiki hanya dengan pengaturan arah dan jarak pengeras suara yang tepat.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya desain alur jamaah yang inklusif dan nyaman, mulai dari area parkir, tempat wudu, tempat penyimpanan alas kaki, hingga ruang utama salat.

Menurutnya, masjid yang inklusif adalah masjid yang terbuka untuk semua umat Islam tanpa membedakan latar belakang organisasi, suku, maupun praktik ibadah.

“Masjid tidak mengenal sekat. Tidak ada masjid NU, Muhammadiyah, atau kelompok tertentu. Siapa pun boleh singgah dan beribadah,” ujarnya.

Baca Juga : Jusuf Kalla: Perguruan Tinggi Jangan Andalkan Tambah Mahasiswa untuk Tutupi Kekurangan Anggaran

Melalui seminar dan FGD ini, Jusuf Kalla berharap para arsitek dan pemangku kebijakan dapat merancang masjid yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga fungsional, nyaman, dan benar-benar memakmurkan masyarakat sekitarnya.

“Masjid harus dipahami dari fungsinya, bukan hanya dari luarnya. Dengan begitu, kita bisa membangun masjid yang baik, sesuai kebutuhan ibadah dan kehidupan umat,” pungkasnya.

Sementara itu,acara seminar tersebut merupakan hasil kerja sama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Kementerian Pekerjaan Umum, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Ir Diana Kusumastuti,MT , pengurus IAI, Wakil Ketua Umum DMI Rudiantara serta Sekjen DMI Rahmat Hidayat. (*)