KBRA Sulsel Gelar Ruqyah Massal di Ponpes DDI Abrad

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Sulawesi Selatan menggelar Ruqyah Massal di masjid Pondok Pesantren Darul Da’wah Wal Irsyad (DDI) Abrad Antang Makassar, Sabtu (3/09/2022).

Ruqyah yang merupakan pengobatan islami melalui metode pembacaan ayat-ayat khusus Al Qur’an itu diikuti oleh puluhan orang dari kalangan masyarakat umum dan ponpes DDI Abrad.

Ketua Pengurus Wilayah KBRA Sulsel, Muhammad Harun, mengatakan program ini merupakan program dakwah dan sosial yang insya Allah kedepan akan rutin dilaksanakan oleh PW. KBRA Sulsel bersama PC. KBRA Makassar, niatnya adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan terapi atau pengobatan baik jasmani maupun rohani.

“Terapi ini adalah adalah terapi Ruqyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan olah hati yang menggunakan ayat dan doa khusus yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW lalu dilanjutkan oleh para ulama sholeh dan sampai pada kita ini sehingga insya Allah sanad ilmu nya tidak terputus, yang bila kita niatkan untuk isytisfa maka ikhtiar kesembuhan sakit medis maupun non medis bisa sehat dengan izin Allah,” ungkap Harun.

Ruqyah Massal ini dipimpin langsung oleh Ketua PW. KBRA Sulsel, Muhammad Harun bersama Ketua dan Sekretaris PC. KBRA Makassar, Muhammad Asrul Dg Laja dan Iswandi Pratama Dg Raja.

Penanganan pasca Ruqyah Massal

Ketua PC kbra Makassar, ustaz Muhammad Asrul Dg Laja, menambahkan Ruqyah Aswaja pada umumnya sama dengan kelompok Ruqyah yang lain, ayat pamungkas yang dibaca, yang disegani oleh Jin sama, yang membedakan adalah setiap bacaan, setiap Amaliah sahabat Ruqyah Aswaja, itu melalui pengijazahan, yaitu bentuk keridhaan dan izin seorang guru, kepada murid, dari guru guru sebelumnya yang bersambung mata rantai ilmu dan energinya sampai kepada Rasulullah SAW.

“Sehingga kita tidak melakukannya sendiri, kita berwashilah terhadap keberkahan para ulama, kemuliaan para wali, dan Syafa’at Rasulullah, selain itu metodologi dakwah KBRA adalah dakwah yang sejuk dari alam nyata sampai alam tak kasat mata, di KBRA kita dianjurkan berkomunikasi yang santun terhadap gangguan pasien, terutama gangguan non medis, bukan serta Merta melakukan penyerangan, tapi tawaran yang bilhikmah menuju jalan kebenaran,” ucap Asrul.

Dalam proses pembacaan ruqyah terlihat beberapa pasien mengalami reaksi muntah. Usai pembacaan, pasien yang terdeteksi memiliki penyakit medis dan non medis dilakukan penanganan tambahan yakni, ruqyah khusus, hipnoterapi, juga totok saraf dan totok punggung oleh pakar totok saraf Iswandi Dg Raja.

Pimpinan Ponpes DDI Abrad (Abdurrahman Ambo Dalle), Dr. KH Abdul Rahman Zain Lc, mengapresiasi gerakan KBRA Sulsel.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih karena telah menjadikan Ponpes ini sebagai tempat pelaksanaan ruqyah massal yang merupakan bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan. Hal ini juga sejalan dengan misi pesantren DDI yakni pendidikan, dakwah dan sosial,” ujar Rahman Zain yang juga cicit ulama besar Soppeng KH Daud Ismail.

Yayasan Keluarga Besar Ruqyah Aswaja adalah perintis pertama kalinya komunitas Ruqyah Aswaja di Indonesia bahkan luar Negeri. Pendirinya adalah kyai Achmad Imron Rosidi atau lebih dikenal dengan nama pena Ibnu Abdillah Al-Katibiy, seorang praktisi ruqyah yang sudah mahir dan melalang buana dengan berbagai macam kasus baik medis maupun non medis ataupun psikis, sejak awal 2009 secara komunitas (adapun secara pribadi beliau sudah bergelut sejak tahun 2004 silam).