Pingpong dan Balon
Terhadap kemungkinan lonjakan arus balik, Kapolda Lampung selaku komandan lapangan penanganan arus mudik dan arus balik, meminta kepada Kepala BNPB untuk memenuhi segala keperluan di lapangan, termasuk cadangan alat swab antigen.
Masing-masing pos mengeluarkan stiker tertentu. Artinya, kendaraan yang sudah mendapatkan stiker di satu pos, dengan sendirinya tidak akan diberhentikan lagi di pos berikutnya. “Sudah kami koordinasikan supaya tidak ada penumpukan arus balik di satu titik. Contoh, ketika terjadi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni, maka pihak pelabuhan akan melaporkan ke pos terdekat di rest area KM 20. Petugas di rest area KM 20 akan menutup pintu keluar rest area sampai ada lampu hijau dari pos di Pelabuhan. Begitu juga seandanya rest area 20 padat, akan diberitahukan ke pos rest area 49 agar menahan kendaraan. Begitu seterusnya ke belakang, sehingga tidak terjadi penumpukan di titik mana pun,” papar Kapolda Hendro.

Sedikit tambahan dari Danrem 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Drajad Brima Yoga, ihwal pengendalian arus mudik dan arus balik di wilayah perbatasan Lampung – Sumsel. Terhadap pos-pos penyekatan di wilayah perbatasan provinsi, berlaku SOP yang sama dengan SOP di pos-pos penyekatan yang ada di jalur tengah, jalur timur, dan tol Trans Sumatera.
Doni Monardo memuji satunya komando dalam penanganan arus mudik dan arus balik di selat Sunda. Termasuk kerja sama yang baik anatara kementerian/lembaga pusat dan daerah. “Seperti pesan Bapak Presiden, sinergi, sinergi, sinergi. Insya Allah kita bisa mengendalikan situasi dengan baik. Jangan ada yang mengambil kebijakan berbeda, apa pun alasannya. Harus satu komando. Pak Kapolda, tolong pastikan itu,” pesan Doni.
Pihak PT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) melaporkan, sejak tanggal 22 April hingga 15 Mei 2021, tercatat 440.012 orang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Angka itu jauh di bawah prediksi 1,5 juta penyeberang.
“Artinya, jumlah itu pula yang diperkirakan akan kembali menyeberang ke Jawa lewat Bakauheni. Tanpa kecuali, semua penyeberang harus dipastikan menjalani rapid test. Yang positif, bukan diputar balik melainkan langsung dikarantina. “Jangan sampai terjadi fenomena pingpong,” ujar Doni.
Yang dimaksud Doni adalah pergerakan tik-tok, bolak-balik antara Jawa dan Sumatera dalam mengoper virus corona. Saat Pulau Jawa banyak yang merah dan Sumatera banyak yang kuning dan hijau, lalu para penyeberang Jawa membawa virus ke Sumatera. Saat ini, kondisinya terbalik, Jawa relatif landai. Banyak daerah berstatus kuning dan hijau, sementara banyak daerah di Sumatera berstatus oranye dan merah.
“Nah, Doni tidak mau karena keteledoran di perbatasan atau di area penyeberangan lalu virus itu balik lagi ke Jawa. “Sebab kalau itu yang terjadi, sama saja pingpong, tidak akan selesai-selesai,” ujarnya.
Satu lagi yang harus dihindari adalah fenomena pengendalian corona balon. “Balon kan kalau ditekan di satu sisi, sisi lain akan menggelembung. Kuncinya ada di disiplin dan kerjasama semua pihak. Petugasnya bergerak satu komando, pemerintah pusat dan daerah bekerjasama dengan baik, didukung masyarakat yang sadar menerapkan protokol kesehatan,” kata Doni pula.

