“DPD RI akan mendukung usaha seperti itu. Peluang bisnis dan investasi di 34 provinsi kami sangat banyak di berbagai sektor,” kata LaNyalla.
Dikatakannya, peta ekonomi dunia pun tidak akan sama lagi. Kini, kata LaNyalla, saatnya Rusia melihat lebih dalam lagi dan memperluas kerja sama ekonomi dengan semua provinsi di Indonesia, termasuk di bidang energi dan sumber daya mineral, kemaritiman, pembangunan infrastruktur, industri manufaktur, pertanian modern, industri kesehatan, pengembangan teknologi industri dan lain sebagainya.
Saraliev menyatakan akan menyebarluaskan hasil pembicaraannya dengan LaNyalla kepada kolega-koleganya. Ia pun sependapat agar KTT G20 tempat berjabat tangan, bukan untuk saling bersikut-sikutan.
baca juga : Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan GWK Cultural Park untuk KTT G20 dan Pasar Alas Kusuma
“Saya sependapat jika G20 tempat berjabat tangan, bukan untuk sikut-sikutan. Amerika menggunakan cara provokatif atas kehadiran Rusia. Tapi kami percaya Indonesia akan mengambil keputusan bijaksana,” kata Saraliev.
Soal peluang bisnis dan investasi, Saraliev mengaku dalam waktu tak terlalu lama akan membawa serta kelompok kecil pengusaha untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. “Tentu untuk menjalin kerja sama di berbagai sektor di Indonesia,” kata Saraliev.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Staf Ahli bidang Internasional Pitan Deslani, Staf Khusus Sefdin Syaifudin dan Kepala Biro Pimpinan DPD RI, Sanherif Hutagaol. (*)

