Bantuan tersebut sudah melalui prosedural yang berlaku mulai pengajuan proposal sampai pencairan anggaran bahkan sampai pada tahap realisasi anggaran dengan pembangunan masjid yang nyata.
Cuma sangat keliru atas tindakan yang dilakukan LSM dengan melakukan investigasi di lapangan dan mengatakan pembangunan masjid ini hanya menggunakan anggaran sebesar Rp. 250.000.000, “namun kami harus menghargai pendapat itu karena semua orang punya tanggapan yang berbeda”, sambung Muallim.
“Akan tetapi yang terpenting adalah anggaran yang dialokasikan pemprov untuk pembangunan masjid saya sudah realisasikan 100% dan sudah rampung tahun ini apalagi saya juga sudah laporkan ke pemprov bukti realisasi kegiatan dilengkapi dengan foto foto masjid yang sudah difungsikan oleh santri”, jelas Muallim
Seandainya laporan pertanggung jawaban itu tidak sesuai dengan penggunaan anggaran mungkin dirinya sudah diperiksa oleh inspektorat sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pemeriksaan dan buktinya dia tidak diperiksa.
baca juga : Perdana, Pemprov Sulsel Gunakan Masjid Kubah 99 Makassar untuk Shalat Idul Fitri 1443 H
“Itu membuktikan laporan saya sudah tepat dengan realisasi dilapangan, saya juga meminta kepada kawan LSM yang telah turun langsung kelapangan agar datang menemui saya secara langsung agar saya berikan klarifikasi terkait adanya dugaan sunat anggaran yang saya lakukan dan tolong juga dilakukan pemeriksaan pula terkait bangunan masjid dan bangunan gereja yang bersamaan realisasi dengan masjid kami supaya tidak terkesan by order dari pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab yang hanya menargetkan saya pribadi”, ungkap Muallim.
Sampai berita ini tayang, media belum dapat melakukan wawancara langsung dengan bagian kesra provinsi Sulsel padahal permohonan wawancara melalui pesan whatshapp sudah diread tapi tidak memberikan jawaban apapun. (azis)

