KORANMAKASSAR.COM -‐- Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah sunnah yang menjadi ciri khas bulan suci ini adalah shalat tarawih, yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya.
Shalat tarawih memiliki keutamaan besar dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) bagi umat Islam, baik dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
1. Mendapat Ampunan Dosa
Keutamaan utama shalat tarawih sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu bagi orang yang mengerjakannya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT.
Baca Juga : Doa Nabi Muhammad SAW Saat Cuaca Ekstrem, Ikhtiar Spiritual Menghadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Tarawih menjadi sarana pembersih diri, memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta, sekaligus momentum memperbarui komitmen keimanan.
2. Pahala Seperti Shalat Semalam Penuh
Dalam sejumlah riwayat, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan qiyam Ramadhan bersama imam hingga selesai, akan dicatat baginya pahala seperti shalat sepanjang malam.
Hal ini menunjukkan besarnya ganjaran bagi mereka yang istiqamah mengikuti tarawih berjamaah.
Karena itu, banyak umat Islam berupaya menyempurnakan tarawih hingga witir sebagai penutupnya.
3. Menghidupkan Malam Ramadhan
Tarawih termasuk bagian dari qiyamullail di bulan Ramadhan. Dengan menghidupkan malam melalui shalat, dzikir, dan doa, seorang Muslim memperkuat spiritualitasnya serta melatih kedisiplinan ibadah.
Malam-malam Ramadhan juga menjadi waktu istimewa untuk memohon ampunan, terlebih pada sepuluh malam terakhir yang diyakini terdapat Lailatul Qadar.
4. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Pelaksanaan tarawih berjamaah di masjid menghadirkan suasana kebersamaan dan persaudaraan. Umat Islam berkumpul, saling menyapa, dan merasakan kekhusyukan bersama dalam ibadah.
Momentum ini tidak hanya memperkuat hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar sesama.
5. Melatih Kesabaran dan Konsistensi
Jumlah rakaat yang relatif lebih banyak dibanding shalat wajib menjadikan tarawih sebagai latihan kesabaran dan ketekunan.
Baca Juga : Waktu-Waktu Doa yang Mustajab dalam Islam: Saat Terbaik Menghadap Allah
Ibadah ini mengajarkan konsistensi, kedisiplinan, serta komitmen dalam beribadah selama satu bulan penuh.
Momentum Perbaikan Diri
Shalat tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sarana transformasi spiritual. Dengan niat yang ikhlas dan hati yang khusyuk, tarawih menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Mari manfaatkan bulan Ramadhan dengan menghidupkan malam melalui shalat tarawih, meraih ampunan, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Semoga setiap langkah menuju masjid dan setiap rakaat yang ditegakkan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. (*)


Komentar