KNPI Sulsel Dinilai Alami Krisis Legitimasi, Dewan Pembina DPD IMDI Sulsel Desak Konsolidasi dan Kembali ke Aturan

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kisruh pemilihan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan kembali menuai sorotan. Dualisme hingga klaim kepengurusan dari beberapa kubu dinilai mencerminkan krisis legitimasi yang berlarut dan berpotensi melemahkan peran strategis organisasi pemuda tersebut.

Pemerhati kebijakan publik, Andi Januar Jaury Dharwis, menilai konflik internal KNPI Sulsel tidak seharusnya terjadi apabila seluruh pihak konsisten mematuhi mekanisme dan aturan organisasi.

Menurutnya, proses pemilihan ketua telah diatur secara jelas, termasuk legitimasi forum yang dihadiri perwakilan resmi DPP KNPI.

Baca Juga : MPI Meminta DPP Tidak Pecah Belah DPD I KNPI Sulawesi Selatan

“Ketika aturan dipatuhi, fragmentasi bisa dihindari. Sayangnya, kontestasi justru berjalan dengan pendekatan subjektif, bukan berbasis mekanisme organisasi dan gagasan,” ujar Andi Januar, Selasa (16/12/2025).

Ia menegaskan, KNPI Sulsel membutuhkan figur pemimpin yang kapabel, memiliki gagasan konkret, serta mampu menjadi penghubung strategis antara pemuda dan pemerintah daerah.

Dalam konteks tersebut, Andi Januar menilai salah satu calon, Fadel Taufan, membawa terobosan melalui gagasan kerja sama dengan kepala daerah se-Sulsel guna memperkuat komitmen pembangunan kepemudaan, serta memperoleh legitimasi dari pengurus pusat.

Namun demikian, munculnya Musda tandingan yang melahirkan klaim kepemimpinan lain dinilai justru memperdalam konflik. Kondisi ini, kata Kepala Bappilu DPD Demokrat Sulsel ini, berisiko melemahkan posisi tawar pemuda di hadapan pemerintah daerah.

“Jika KNPI tidak satu suara, pemerintah akan kesulitan bahkan enggan menindaklanjuti agenda kepemudaan. Ini kerugian besar bagi masa depan pemuda Sulsel,” tegas mantan legislator Sulsel 3 periode.

Baca Juga : Almanzo Bonara: Tidak Ada Musda Lain, Fadel Taupan Ketua KNPI Sulsel yang Legitimate

Andi Januar yang juga merupakan Dewan Pembina Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), organisasi sayap Partai Demokrat, mengajak seluruh pihak untuk menilai kontestasi secara objektif berdasarkan gagasan dan kepatuhan terhadap aturan organisasi, bukan sekadar klaim legitimasi.

Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal untuk mengakhiri konflik berkepanjangan. “Jika konflik ini dibiarkan, KNPI berisiko kehilangan peran strategisnya, dan pemuda Sulawesi Selatan kehilangan momentum untuk tampil memimpin,” pungkasnya. (*)