Komunikolog Soroti ‘Jurang Komunikasi’ Pemerintah dan Masyarakat, Dibahas dalam Diskusi Bersama Jusuf Kalla

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM – Pakar komunikasi Effendi Gazali menilai terdapat persoalan serius dalam komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti diskusi para komunikolog bersama Jusuf Kalla di kediaman mantan Wakil Presiden tersebut di Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Effendi, para komunikolog yang hadir dalam pertemuan itu menilai adanya “jurang komunikasi” antara pemerintah dan rakyat.

Akibatnya, berbagai program yang telah dijalankan pemerintah tidak sepenuhnya dipahami ataupun dirasakan oleh masyarakat.

“Bisa saja presidennya sudah bekerja dan melakukan berbagai program, tetapi masyarakat tidak menangkapnya seperti itu. Di situlah terjadi jurang komunikasi,” ujar Effendi kepada wartawan.

Baca Juga : Terima sejumlah mantan Dubes,Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah yang Berdampak ke Ekonomi Global, Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian

Ia menjelaskan, sebagian komunikolog bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “darurat komunikasi”, sebuah istilah yang muncul dari analisis sejumlah akademisi komunikasi yang turut hadir dalam diskusi tersebut.

Meski demikian, Effendi menegaskan para komunikolog tidak berada pada posisi menentang pemerintah.

Justru sebaliknya, mereka ingin membantu memperbaiki komunikasi publik agar program-program pemerintah dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada masyarakat.

“Kami sebagai pengamat tentu ingin pemerintah berhasil. Karena itu para komunikolog akan berusaha membantu melalui penelitian maupun gagasan untuk memperbaiki komunikasi pemerintah,” jelasnya.

Effendi juga mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bukan undangan langsung dari Jusuf Kalla. Ia menjelaskan diskusi bersama JK merupakan agenda yang kerap dilakukan para komunikolog setiap bulan Ramadan.

“Kami yang meminta waktu kepada Pak JK, dan kebetulan beliau bersedia menerima kami hari ini,” ujarnya.

Dalam diskusi itu, para komunikolog juga membahas sejumlah isu kebijakan pemerintah, termasuk usulan agar pemerintah menetapkan tenggat waktu terkait pembahasan isu perdamaian Palestina di forum internasional.

Selain itu, Effendi menyinggung pernyataan Presiden yang membuka ruang kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan dengan menyampaikan kritik yang berbasis data dan fakta.

Baca Juga : Terima Dubes Saudi ,Jusuf Kalla: Indonesia Dukung Stabilitas Arab Saudi di Tengah Ketegangan Regional

“Mudah-mudahan ada yang berani menyampaikan kritik dengan data yang benar, dan pemerintah juga benar-benar menerima kritik tersebut,” katanya.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi untuk mendengarkan berbagai pandangan terkait situasi yang berkembang di masyarakat.

Menurut JK, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat memang menjadi isu penting, terutama ketika kebijakan pemerintah tidak sepenuhnya dipahami oleh publik.

“Banyak hal yang dilakukan pemerintah tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Bahkan kadang-kadang komunikasi antarmenteri juga berbeda-beda,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menilai komunikasi yang efektif harus didukung oleh program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, sehingga kebijakan pemerintah dapat lebih mudah diterima dan dipahami oleh publik. (*)

Komentar